Hingga Saat Ini, Pendaftar CPNS Sudah 5900 Pelamar yang Mengisi Formulir

Bandung Raya

Senin, 18 November 2019 | 19:21 WIB

191118192157-hingg.jpg


MEMASUKI minggu kedua masa pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, baru 5.900 pelamar di Pemkot Bandung. Jumlah tersebut sejak pembukaan pendaftaran pada 11 - 18 November 2019, melalui situs sscasn.bkn.co.id.

Kepala Bidang Perencanaan Data Informasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Bandung, Rachmat Satiadi mengatakan, khusus untuk Kota Bandung yang baru mengisi mengisi formulir sekitar 5.900 pelamar dan yang sudah melakukan submit sekitar 1.292 pelamar.

Menurut hasil verifikasi dari submit yang lolos baru 158 pelamar, tidak lolos 261 dan 963 masih proses verifikasi.

"Formasi yang belum ada mendaftar di antaranya untuk formasi dokter spesialis. Kami membuka formasi untuk dokter spesialis kandungan 6 orang, spesialis THT 2 orang , spesialis penyakit dalam 2 orang dan spesialis dokter gigi 1," ungkapnya saat dihubungi via telepon seluler, Senin (18/11/2019).

Dikatakannya untuk formasi dokter spesialis tersebut, belum ada yang mengisi formulir. Besar kemungkinan para calon pelamar masih menunggu akhir pendaftaran untuk melihat formasi yang kosong.

Sementara itu, untuk yang paling banyak diminati adalah pelaksana pemula/pemula-paramedik veteriner.

"Meski formasi hanya untuk 1 orang, tapi yang mengisi formulir sudah 2.116, dan yang verifikasi 397 orang," katanya.

Rachmat menjelaskan secara keseluruhan ada 868 formasi untuk PNS Kota Bandung. Lebih jauh, pihaknya memperkirakan pendaftar akan membludak di masa akhir pendaftaran pada 24 November mendatang.

Dari beberapa berkas yang masuk, ditemukan beberapa hal yang membuat pendaftar tidak lolos verifikasi. Di antaranya terkait pekerjaan pelamar yang tertera di KTP adalah PNS.

"Sudah jelas bahwa PNS tidak boleh ikut mendaftar. Adanya pencantuman pekerjaan PNS ini, mungkin yang bersangkutan adalah honorer. Namun ditulis di KTP adalah PNS," ucapnya.

Selain itu, karena universitas yang bersangkutan belum terakreditasi, atau program studinya yang masih belum terakreditasi.

"Jadi ada yang Universitasnya sudah terakreditasi, tapi prodinya belum. Maka sedang kami konsultasikan terlebih dahulu," ujarnya.

Disinggung yang tidak lolos verifikasi, lanjutnya, pihaknya akan memberikan keterangan. Hal tersebut untuk memberikan kesempatan kepada pendaftar, yang ingin melakukan sanggahan.

"Bagi yang tidak lolos administrasi ada masa sanggah 3 hari, terhitung dari pengumuman. Saat itu, pendaftar boleh menyanggah jika merasa berkas yang diajukannya sudah sesuai aturan," tambahnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA