Jabatan Kadisdukcapil KBB Menunggu Keputusan Mendagri

Bandung Raya

Senin, 18 November 2019 | 15:19 WIB

191118151933-jabat.jpg

Dicky Mawardi

Pelantikan pejabat eselon 2, 3 dan 4 di Pemkab Bandung Barat, Jumat (15/11/2019).


PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat masih menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait dengan pengisian jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sudah tiga nama yang direkomendasikan ke mendagri melalui gubernur yaitu Hendra Trismayadi, Bambang Eko Setyo Wahyudi, dan Heru Budi Purnomo.

"Pelantikan jabatan pimpinan tinggi pratama masih menyisakan satu lagi, yaitu untuk jabatan kepala Disdukcapil. Ada kekhususan untuk jabatan ini dibandingkan enam jabatan tinggi pratama lainnya yang sudah dilantik 15 November lalu," jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Asep Ilyas didampingi Kasubid Pengembangan karier (Bangrier) Muhamad Ardi Roman Senjaya di Ngamprah, Senin (18/11/2019).

Dijelaskannya, khusus jabatan Kepala Disdukcapil mengacu pada Permendagri No. 76 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pada Unit Kerja Yang Menangani Urusan Administrasi Kependudukan di Provinsi dan Kabupaten/Kota. "Nanti menteri yang memilih satu dari tiga nama calon yang diusulkan," ucap Asep Ilyas.

Sebelumnya, sebanyak 191 pejabat di lingkungan Pemkab Bandung Barat dilantik oleh Bupati Aa Umbara Sutisna di Aula Masjid Agung Ash-Shiddiq, Jumat (15/11/2019). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan salat subuh berjamaah. Seremonial pelantikan berlangsung sampai siang.

Pejabat yang dilantik terdiri dari 6 pejabat eselon 2, 45 jabatan administrator setingkat eselon 3 dan 149 jabatan pengawas dan jabatan fungsional tertentu setingkat eselon 4.

Asep Ilyas mengatakan, untuk pejabat eselon 2 melalui proses seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama secara terbuka. Sejak seleksi dibuka 10 Oktober 2019 sebanyak 41 pejabat yang ikut mendaftar. Tercatat ada dua pejabat yang ikut seleksi dari luar Pemkab Bandung Barat.

"Kabag Tata Usaha RSUD Soreang yang ikut jabatan staf ahli bidang hukum dan pemerintah, dan seorang lagi pejabat dari Kementerian Kesehatan yang bertugas di Batam ikut seleksi staf ahli bidang kemasyarakatan," kata Asep.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat yang telah ikut seleksi dari awal hingga akhir. "Proses seleksi berjalan secara normatif," ucapnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA