Gubernur Jabar Tawari Unisba Buka Kampus di Rebana

Bandung Raya

Senin, 18 November 2019 | 14:19 WIB

191118142046-guber.jpg


GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan kepada civitas Unisba untuk membuka kampus di kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati). Sehingga, Unisba dapat berkontribusi dalam pengembangan SDM di wilayah utara Jabar.

Tawaran Emil –sapaan Ridwan Kamil—itu disampaikan usai menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam Rangka Memperingati Milad ke-61 di Aula Kampus Unisba, Jalan Tamansari Kota Bandung, Senin (18/11/19).

“Saya menawari Unisba untuk membuka kampus di Rebana, sehingga mengembangkan SDM di utara Jawa Barat lebih merata. Kebetulan jurusan Kedokteran, di sana belum ada. Rebana bukan kawasan industri, tapi peradaban baru nantinya,” ungkap Emil.

Ia mengatakan, perguruan tinggi berperan penting dalam melahirkan SDM yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing. Apalagi, Indonesia mendapatkan bonus demografi.

"Dunia semakin dinamis, dunia hari ini sangat kompetitif. Perubahan yang sangat dinamis tidak lepas dari era 4.0. Maka itu, saya meminta Unisba melakukan kontemplasi terkait perubahan-perubahan yang ada, khususnya untuk mencetak generasi muda menjadi SDM yang unggul. Diharapkan Unisba bisa memberikan sumbangsih lebih produktif," jelas Emil.

Ditanya apa yang akan dihibahkan pemprov ke Unisba, Emil belum bisa berkomentar. "Nanti akan kita rapatkan dengan Pak Rektor," kata Emil.

Sementara itu, Rektor Unisba Edi Setiadi mengatakan, pihaknya menyambut baik tawaran gubernur untuk membuka kampus di Rebana. Untuk sementara pihaknya berencana membangun rumah sakit pendidikan.

"Terlebih nanti kalau Fakultas Kedokteran Unisba mendapat akreditasi A. Rumah sakit pendidikannya menjadi keharusan," kata Edi.

Selama ini, pihaknya sudah mencari lahan untuk mendirikan rumah sakit, tapi belum menemukan yang cocok. Ketika ada yang cocok ternyata lahan itu bukan peruntukan pendirian rumah sakit. Makanya hingga saat ini pihaknya belum mendirikan rumah sakit pendidikan.

"Kebetulan ada tawaran dari Pak Gubernur di daerah Kertajati. Ya, kita tertarik. Setelah bicara dengan Pak Gubernur sepertinya lahan yang akan digunakan dekat Bandara Kertajati," ujarnya.

Rumah sakit tersebut, kata Edi untuk kebutuhan pendidikan mahasiswa Kedokteran. Yakni untuk koas, sementara untuk pendidikan perkuliahan biasa masih dilaksanakan di Kampus Unisba Bandung.

Ia menyebutkan, lahan untuk rumah sakit pendidikan sekitar 1 ha. Karena bukan untuk rumah sakit komersial. Kecuali kalau ke depannya maju, maka pihaknya akan menaikkan tipe rumah sakitnya ke yang lebih tinggi.

"Ke depan, akses jalan ke Bandara Kertajati akan dibangun. Jadi, Bandung-Kertajati bisa ditempuh sekitar 40 menit," kata Edi.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA