Masyarakat Harus Ikut Jaga Pohon

Bandung Raya

Minggu, 17 November 2019 | 17:53 WIB

191117175353-masya.jpg

prfm

Ilustrasi.


DINAS Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk ikut serta menjaga kesehatan pohon, terutama pohon berukuran besar dan berusia tua yang berjejer sepanjang ruas jalanan di Kota Bandung.

"Pohon agar dipelihara jangan membakar sampah di bawah pohon, jangan mematahkan batangnya dan menyiramkan sembarangan air yang ternyata itu mengandung bahan kimia. Pemakuan juga bisa mengurangi kesehatan pohon bisa timbul bakteri dan menjadi luka," ungkap Kepala UPT Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP3 Kota Bandung, Roslina di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Minggu (17/11/2019).

Menurutnya, peristiwa pohon tumbang atau batang yang jatuh tidak semata karena faktor usia. Namun bisa jadi disebabkan adanya kerusakan pohon.

Diakui Roslina, adanya proyek galian juga kerap berpotensi merusak pohon. Sebab tak jarang proyek galian dilakukan tanpa berkoordinasi dengan DPKP3, sehingga kerap merusak kondisi akar pohon.

"Kalau tidak terganggu oleh galian atau masyarakat,  pohon kondisinya aman. Seperti di Jalan Cipaganti, sudah ratusan tahun tapi kondisi akarnya bagus. Tapi tapi kalau di bagian bawahnya tergali, menyebabkan akar rusak dan tak kuat menahan beban pohon. Itu yang menyebabkan pohon tumbang," jelasnya.

Roslina menuturkan, DPKP3 secara berkala memelihara dan memangkas pohon. Hal ini sebagai antisipasi meringankan beban pohon, sehingga tidak terjadi kerusakan pada saat hujan disertai angin kencang.

"Kalau kita selalu dalam tupoksinya di UPT melakukan pemangkasan setiap hari kerja. Sebelum hujan datang, kita memangkas pohon rawan tumbang. Jadi tidak menunggu musim hujan," ujarnya.

Dikatakannya, setiap harinya petugas DPKP3 berkeliling di Kota Bandung untuk memeriksa kondisi pohon. Jika terdeteksi ada pohon yang rawan tumbang, maka akan langsung ditindaklanjuti pemangkasan oleh tim lapangan.

Ada empat tim yang selalu siaga memangkas pohon. Satu tim terdiri dari 10 orang yang dilengkapi dengan peralatan lengkap dan kendaraan pengangkutan.

"Masyarakat juga bisa mengajukan permohonan untuk pemangkasan. Permohonan dilengkapi syaratnya dari RT, RW dan Kelurahan. Jika penebangan harus ada izin dari kecamatan," terangnya.

Selain itu, Ia mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat hujan deras disertai angin kencang. Sebaiknya hindari untuk berhenti ataupun berteduh di bawah pohon.

"Memang ada perkiraan di November sampai pertengahan Desember hujannya tidak stabil. Sebenarnya pasca pancaroba ini yang biasanya lebih banyak anginnya. Jika berteduh, lebih baik ke bangunan yang lebih kokoh dan tertutup aja biar lebih aman," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA