Terowongan Curug Jompong Ditargetkan Beroperasi Awal 2020

Bandung Raya

Sabtu, 16 November 2019 | 14:48 WIB

191116144205-terow.jpg

Budi Satria/PRFM


GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau langsung perkembangan proyek DAS Citarum di Kabupaten Bandung. Dua titiK dikunjungi pria yang akrab disapa Emil tersebut yaitu Kali Mati atau Oxbow Dara Ulin di Kampung dari Ulin, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, dan Terowongan Nanjung, Desa Lagadar Kecamatan Margaasih, Sabtu (16/11/2019).

Gubernur didampingi oleh Kepala BBWS Citarum, Bob Arthur Lombogia beserta jajarannya. "Kita hadir di sini diundang sengaja bersama perwakilan-perwakilan warga sepanjang Sungai Citarum untuk melihat sebuah progres dari usaha pemerintah yang tahun ini ada 16 proyek yang tujuannya adalah untuk mengurangi potensi banjir, dari skala kecil dari skala menengah sampai sekarang besar (Terowongan Nanjung atau Curug Jompong)," kata Emil usai meninjau.

Dari 16 proyek itu, lanjutnya, yang terbesar adalah pembangunan terowongan dua jalur untuk mengalirkan air yang sering melambat di daerah Curug Jompong. Kondisi ini yang sering kali membuat air itu balik kanan karena berkelok-kelok dan banyak batu besar sehingga air yang deras dari arah selatan Ini akhirnya mengalir menjadi penyempitan.

"Nilai total proyeknya adalah sekitar Rp 300-an miliar. Ini dikerjakan dari April 2018. Insya Allah terwongan pengaliran air Citarum ini pertengahan Desember sudah akan selesai dan dirapi-rapi sedikit mungkin sehingga di awal tahun 2020 itu bisa berfungsi," ungkapnya.

Berdasarkan hasil perhitungan BBWS Citarum, jika semua 16 proyek ini lancar, 700 hektare lahan yang dulu biasanya rutin terbanjiri menurut teori harusnya bisa bebas atau terkurangi.

"Secara teori semua siap kita berdoa aja nanti kalau musim penghujan datang air jadinya enggak banjir. Ini agak canggih Jadi selain menyelesaikan pengaliran air juga sedimen yaitu di ada sedimen trap. Ya airnya ngalir, sedimen juga mengalir lalu beloklah sebuah zona nanti disedot kita apresiasi para insinyur dan kontraktor yang bekerja," jelasnya seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah.

Emil berharap masyarakat Jawa Barat yang terdampak banjir bisa melihat apresiasi terhadap apa yang dilakukan pemerintah ini sudah sangat optimal. Tapi tidak ada istilah jamin bebas banjir, karena bagaimanapun urusan air adalah fenomena alam.

"Jadi tugas manusia dengan ilmunya adalah berikhtiar mengurangi potensi kebencanaan. Nah ini akan terus dilakukan sampai tahun 2023 2024 sesuai dengan perpres tentang penanggulangan Citarum, baik kejernihannya maupun pengendalian banjirnya," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA