FIM Jabar Dorong Menteri BUMN Evaluasi Perusahaan "Pelat Merah"

Bandung Raya

Jumat, 15 November 2019 | 19:30 WIB

191115192358-fim-j.jpg

Anthika Asmara

FIM Jabar saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).


FORUM Indonesia Maju (FIM) Jawa Barat menilai sangat penting pemerintah melakukan evaluasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, BUMN ini harus juga bisa mengawal program pemerintah.

Ketua FIM Jawa Barat, MQ Iswara sangat setuju dengan langkah Menteri BUMN Erik Tohir yang akan melakukan evaluasi BUMN beserta direksinya. Terlebih, kata Iswara, Menteri BUMN merupakan praktisi pengusaha yang sudah sukses membawa sejumlah perusahan tingkat nasional dan internasional.

"Kami mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan oleh Pak Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang ingin melakukan perbaikan bongkar pasang di 142 BUMN," tutur Iswara, saat ditemui di Bandung, Jumat (15/11/2019).

FIM yang beranggotankan pengurus lintas partai dan mantan pimpinan Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin meyakini, Erick Thohir sangat memahami dunia usaha. Karena dia juga sebagai pelaku atau praktisi di bidang tersebut mampu memotret secara objektif dan komprehensif dalam menilai mana BUMN yang sehat dan mana BUMN yang tidak sehat.

"Dia pasti akan memotret BUMN mana yang sehat mana yang tidak. Mana yang berkontribusi kepada pendapatan negara mana yang tidak, serta mana yang profit center atau hanya cost center," ucapnya.

Setelah itu, lanjut Iswara, dalam memilih personalia pun, Erick Thohir akan mampu memetakan mana calon-calon direksi yang mempunyai kapabilitas dan integritas dalam memajukan perusahaan-perusahaan milik negara ini.

Bahkan Iswara meyakini, optimis kebijakan yang dilakukan menteri BUMN ini akan mampu memberikan peningkatan terhadap laba bersih di setiap perusahaan ini.

"Dia juga akan objektif melihat secara personalia di jajaran direksi atau komisaris, mana yang memang kapabel mana yang memang mempunyai kualitas dan memiliki integritas," ujarnya.

Disamping itu, Iswara berharap dengan adanya evaluasi di seluruh BUMN yang berjumlah 142 perusahaan ini, mampu membersihkan oknum-oknum karyawan BUMN yang terpapar radikalisme. Seperti adanya tiga karyawan Krakatau Steel yang ditangkap karena terlibat terorisme.

"Menurut data ada beberapa karyawan BUMN yang terpapar radikalisme. Dan dengan langkah yang dilakukan oleh Pak Erick tentunya kami optimis bahwa hal-hal yang menyangkut radikalisme tidak akan ada lagi di tubuh BUMN kita," tuturnya.

Sebelumnya, Staf khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, Menteri BUMN Erick Thohir akan melakukan evaluasi terhadap direksi-direksi BUMN. Hal ini merupakan pekerjaan rumah pertama yang dilakukan Erick jelang 100 harinya menjabat sebagai menteri.

Erick akan melakukan evaluasi terhadap bos-bos BUM yang memiliki performa kurang baik, apalagi yang dinilai tak mendukung visi dan misi yang akan dijalankan presiden hingga lima tahun ke depan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA