Yetty : Terlalu Banyak Program Titipan Wali Kota

Forum RW Tagih Janji Oded-Yana Naikkan Dana PIPPK

Bandung Raya

Jumat, 15 November 2019 | 19:06 WIB

191115190059-forum.jpg

Rio Ryzki Batee

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama (tengah) menerima Forum RW, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Jumat (15/11/2019).


FORUM RW Kota Bandung menagih realisasi janji kampanye pasangan Oded M. Danial-Yana Mulyana. Pasangan yang kini menjabat Wali Kota-Wakil Wali Kota Bandung itu pada masa kampanye menjanjikan peningkatan anggaran untuk Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) dari yang semula Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta.

Bendahara Forum RW Kota Bandung, Yetty Katmawati mengatakan, anggaran untuk PIPPK banyak dipangkas oleh program titipan Wali Kota Bandung. Beberapa di antaranya seperti pembiayaan Kangpisman, Program Makanan Tambahan (PMT), Linmas, Gober dan lain sebagainya.

Menurutnya, PIPPK seharusnya memjadi program pemberdayaan untuk masyarakat, akan tetapi hal tersebut tidak terjadi. "Kami mempertanyakan kenapa anggaran untuk PIPPK malah turun, sehingga saat ini semua Ketua RW gelisah. Karena semua usulan dari RW tidak disetujui," ungkapnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (15/11/2019).

Ia yang juga merupakan Ketua Rw 02 Kelurahan Jatisari, menuturkan, program PIPPK ini harus dievaluasi. Pasalnya, terlalu banyak program titipan Wali Kota Bandung yang dibebankan kepada anggaran PIPPK.

"Seharusnya PIPPK ini usulan dari bawah ke atas atau apa yang dibutuhkan masyarakat. Bukannya program usulan dari Wali Kota. Sekarang kebanyakan dari kita cuma jadi penonton," ucapnya.

Dikatakannya sejauh ini banyak program yang diusulkan dari hasil rembukan masyarakat, namun tidak mendapat persetujuan Pemerintah Kota Bandung. Hal ini menimbulkan kegelisahan tersendiri bagi para ketua RW.

"Dulu saya pernah mengajukan untuk perbaikan jalan, tapi malah disuruh benerin balai RW," katanya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) Kota Bandung, Aan Andi Purnama mengatakan, program PIPPK ini seharusnya bisa menyentuh inovasi dari masyarakat. Akan tetapi, sejauh ini malah program titipan Wali Kota Bandung.

Lebih jauh, pihaknya mempertanyakan kenaikan anggaran PIPPK untuk tahun 2020. Mengingat poin-poin yang diajukan Wali Kota Bandung tersebut, tidak ada untuk pemberdayaan masyarakat.

"Saya tidak menolak mau naik berapapun juga, tapi jangan ada program titipan Wali Kota Bandung. Ini seharusnya fokus kepada pemberdayaan dan kebutuhan masyarakat," terangnya.

Aan mencontohan salah satu program titipan Wali Kota Bandung yang dibebankan kepada anggaran PIPPK, yakni program Kang Pisman. Dimana alokasi anggaran untuk Kang Pisman sendiri mencapai Rp 10 juta.

"Kalau dihitung-hitung dari anggaran Rp 100-125 juta ini tidak ada untuk pemberdayaan masyarakat, tapi habis oleh program titipan," ucapnya.

Lebih jauh ia menilai, dengan banyaknya program titipan Wali Kota Bandung, seharusnya mengkaji dulu soal menaikan anggaran PIPPK saat kampaye dulu. Terlebih jika dari APBD, maka untuk pendapatan pajak masih belum ada peningkatan yang signifikan.

Oleh karena itu, Aan menilai wajar jika Forum RW kecewa dengan kejadian ini. Pasalnya, Oded M. Danial-Yana Mulyana dianggap tidak bisa merealisasikan janji kampayenya.

"Wajar mereka kecewa karena janji kampanye belum terealisasi, karena janji itu utang jadi harus ditagih," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA