Dampak Pengerjaan Proyek Infrastruktur, Belasan Pipa BUMD KBB Rusak

Bandung Raya

Kamis, 14 November 2019 | 17:15 WIB

191114171555-dampa.jpg


BELASAN pipa air milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) mengalami kerusakan akibat aktivitas pembangunan infrastruktur. Kerusakan pipa tersebut sempat mengganggu aktivitas pasokan air bagi pelanggan lantaran banyak air yang terbuang di tengah jalan.

Manager Perencanaan PT PMgS, Yovita Yulia Dewi mengungkapkan, kerusakan itu akibat beberapa pembangunan proyek infrastruktur seperti pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, jalan dan drainase.

"Proyek itu ada yang dikerjakan oleh dinas (PUPR) dan juga proyek Kereta Cepat. Kebanyakan pipa rusak akibat terkena backhoe saat menggali tanah yang posisinya tepat ada pipa milik kami. Tidak ada juga koordinasi dengan kami sebelumnya," ujar Yovita ditemui di kantornya, Jln. Raya Cimareme-Padalarang, Ngamprah, Kamis (14/11/2019).

Yovita menjelaskan, kerusakan belasan pipa tersebut terjadi di 15 titik tepatnya berada di Kecamatan Ngamprah, yakni Desa Tanimulya dan Cilame. Saat ini, kerusakan pipa sudah diperbaiki secara bertahap agar pasokan air bagi pelanggan tetap berjalan normal.

Dirinya menyebutkan, pipa air milik BUMD secara total memiliki panjang hingga 155 kilometer. Pipa tersebut untuk melayani pelanggan di wilayah Kecamatan Ngamprah, Cisarua, Padalarang dan Cikalongwetan.

"Kami selalu rutin melakukan pengecekan terhadap pipa air. Karena tidak sedikit banyak temuan kebocoran pipa akibat beberapa faktor. Atau biasa kita sebut dengan Non Revenue Water (NRW), yakni tingkat kehilangan air cukup tinggi seperti kasus pencurian air, kebocoran pipa hingga ilegal tapping," ungkapnya.

Disinggung soal kondisi debit air saat ini, Yovita mengaku, debit air dalam posisi tidak normal pada kisaran 20 liter per detik. Sementara, kondisi air sedang normal bisa mencapai 50 liter per detik yang dipasok dari dua mata air, yakni Sungai Cijanggel di Kecamatan Cisarua serta Sungai Cibanteng di Kecamatan Cikalongwetan.

"Walaupun sudah turun hujan dalam seminggu terakhir ini, tapi debit air belum normal. Namun, kami upayakan pelayanan tetap berjalan optimal untuk memberikan pasokan air bagi pelanggan yang saat ini berjumlah 4.876 sambungan rumah, dengan memanfaatkan dua sumber mata air yang saat ini dikelola oleh BUMD," terangnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA