Deding Ishak Ambil Formulir ke-12 Bursa Balon Bupati Bandung di Partai Golkar

Bandung Raya

Kamis, 14 November 2019 | 15:52 WIB

191114155351-dedin.jpg


TIM dari perwakilan DR. H. Deding Ishak, mantan anggota DPR RI yang menjabat tiga periode di Senayan Jakarta, mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati Bandung yang ke-12 di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang-Banjaran Desa Cingcin Kecamatam Soreang, Kamis (14/11/2019).

Pengambilan formulir pendaftaran bursa bakal calon (balon) bupati Bandung pada Pilkada Bandung 2020 mendatang itu, diwakili H. Ridwan Afandi, sepupu dari Kang Deding Ishak (KDI) dan didampingi tim lainnya. Penyerahan formulir pendaftaran bakal calon bupati Bandung itu langsung oleh Ketua Tim Seleksi Calon Bupati Bandung H. Cecep Suhendar didampingi anggota tim seleksi lainnya. 

Ridwan mengatakan, pengambilan formulir pendaftaran bakal calon bupati Bandung atas nama DR. H. Deding Ishak ini, karena yang bersangkutan sedang rapat di DPP Partai Golkar.

"Sehingga mewakilkan ke kita. Insya Allah dalam mengambil formulir pendaftaran ini, beliau (DR. H. Deding Ishak) ikut serta membangun Kabupaten Bandung, yaitu melalui  menjadi bupati Bandung," kata Ridwan kepada wartawan usai mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati Bandung. 

Ridwan juga mengatakan, Deding Ishak merupakan orang yang sudah cukup berpengalaman dalam bidang pemerintahan, sehingga bisa memenuhi kriteria apa yang diharapkan Partai Golkar dalam pencalonannya tersebut. 

"Beliau aktif di DPRD Provinsi Jabar dua periode dan di DPR RI tiga periode. Sehingga beliau ada pengalaman untuk membangun Kabupaten Bandung," katanya. 

Ridwan juga menilai, Deding Ishak aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya aktif di lembaga Pesantren Al-Jawami Cileunyi, Dewan Masjid Indonesia, Majelis Ulama Indonesia dan organisasi lainnya. 

"Beliau juga pituin warga Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Rumahnya pun ada di lingkungan Pesantren Al-Jawami Cileunyi," katanya.

Ia pun mengatakan sudah jauh-jauh hari, Deding Ishak sudah mempersiapkan diri jelang Pilkada Bandung. Di antaranya sudah banyak menebar kebaikan. 

"Beliau juga mendukung para bupati Bandung sebelumnya,  dan mendukung program sabilulungan," katanya.

Ridwan mengatakan, ada lima poin atau 5-B yang selalu dilakukan Deding Ishak. Yakni, belajar, berjuang, berusaha, berdoa, bersyukur, bersabar dan bantu membantu. Bantu membantu ini sama dengan istilah sabilulungan. 

"Sebenarnya, program beliau (DR. H. Deding Ishak) nyambung dengan persiapan yang ada di Partai Golkar, termasuk selaras dengan juklak dan juknis yang ada di DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung. Yang jelas, saat ini beliau sebagai tokoh masyarakat banyak melakukan persiapan," katanya. 

Ridwan juga mengatakan, Deding Ishak sudah cukup banyak modal pengalaman di lapangan. Pasalnya, Deding sudah sering turun ke lapangan dan memberikan bantuan sekolah gratis kepada masyarakat. 

"Banyak memberikan beasiswa. Banyak dakwah di berbagai daerah. Selain itu, aktif dalam pengentasan kemiskinan dan aktif membantu ekonomi masyarakat," katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Seleksi Calon Bupati Bandung yang sudah menerima rombongam dalam pengambilan formulir tersebut.  "Terima kasih kepada awak media, telah datang, juga banyak membantu penyebaran informasi pembangunan. Awak media menjadi kawan Kang  Deding Ishak," katanya. 

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Calon Bupati Bandung H. Cecep Suhendar mengatakan, tidak ada aturan pengabilan formulir bakal calon bupati Bandung itu. "Bisa diambil oleh yang bersangkutan maupun perwakilan. Maksimal tanggal 30 November dikembalikan," katanya. 

Ia mengatakan, sampai hari Kamis, sudah ada 12 orang yang mengambil formulir bakal calon bupati Bandung. "DR. H. Deding Ishak adalah yang ke-12 mengambil formulir. Di dalam penjaringan, tahapan pengambilan dan pengembalian 10- 30 November 2019," kata Cecep.

Cecep mengatakan, pada Jumat-Sabtu (15-16/11/2019), akan mengadakan rapat evaluasi di DPD Partai Golkar. "Apakah dalam evaluasi itu, batas waktu pengambilan formulir sudah cukup atau diperpanjang dengan melihat konstestan yang mengambil formulir," pungkasnya. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA