Kepala BKPSDM Kab. Bandung Gelar Bimtek Cegah Kasus Perceraian PNS

Bandung Raya

Kamis, 14 November 2019 | 16:28 WIB

191114152907-kepal.jpg


KEPALA Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan menjelaskan, untuk memperdalam pemahaman para PNS terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 1983 jo PP Nomor 45 Tahun 1990 serta Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 08/SE/1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS, pihaknya menggelar bimtek tentang penyelesaian kasus-kasus izin perceraian bagi PNS dan upaya pencegahannya.

Tujuan kegiatan tersebut, kata Wawan, untuk mensosialisasikan mekanisme seorang PNS ketika hendak melakukan pengajuan perceraian. "Ketika seorang PNS akan melakukan perceraian, mereka telah diatur oleh PP Nomor 10  Tahun 1983. Dalam peraturan tersebut terdapat mekanisme yang harus ditempuh seorang PNS saat ingin bercerai, salah satunya adalah mendapatkan persetujuan dari pimpinan," ujar Wawan, Kamis (14/11/2019).

Selain itu, ada juga prosedur mediasi selama tiga bulan dengan menghadirkan pasangan dan anak yang bersangkutan. Guna meminimalisir angka perceraian di kalangan PNS, pihaknya akan menciptakan pola kerja yang nyaman bagi keutuhan rumah tangga.

"Cerai merupakan hak individu, tapi kami akan berupaya supaya tingkat perceraian di Kabupaten Bandung tidak terus bertambah. Artinya harus ada pola atau sistem kerja yang harus dipikirkan bersama, salah satunya dengan melakukan rotasi pegawai," ungkapnya.

Seperti diberitakan, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung diimbau untuk memajang foto keluarga di meja atau ruang kerjanya masing-masing. Hal tersebut agar menghindari perselingkuhan yang berujung pada perceraian.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina Naser. Pasalnya, dalam kurun waktu 10 bulan terakhir tahun ini, tercatat 224 berkas kasus perceraian di kalangan PNS masuk ke Pengadilan Agama (PA)Kabupaten Bandung.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA