Kereta Cepat di KBB Diyakini Mendatangkan Investor

Bandung Raya

Rabu, 13 November 2019 | 18:49 WIB

191113184627-keret.jpg

dok

Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung


HADIRNYA proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sekaligus dengan pengembangan Kawasan Walini Raya di Kec. Cikalongwetan, Kab. Bandung Barat, diyakini akan mendatangkan para investor dalam negeri maupun investor asing untuk menanamkan modal investasinya.

Hal tersebut membuat Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung Barat terus berbenah agar memberikan pelayanan perizinan secara optimal.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir mengungkapkan, pembangunan Walini Raya akan menarik para investor untuk berinvestasi di daerahnya. Saat ini, baru PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang menanamkan investasi di kawasan Walini Raya dan diyakini investor lainnya akan menyusul untuk menanamkan modalnya.

"Baru PT KCIC saja yang sudah siap melakukan investasi di Walini Raya, sekarang masih proses penyusunan perjanjian kerja sama. Nilai investasi PT KCIC sangat besar (Rp 1,6 triliun), karena akan dibangun stadion dan fasilitas lainnya. Saya yakin investor lain bakal menyusul," ujar Ade ditemui Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Rabu (13/11/2019).

Ade menjelaskan, dibukanya Kawasan Walini Raya sangat berdampak positif bagi iklim investasi di Kabupaten Bandung Barat. Sebab, di kawasan tersebut akan menjadi pusat ekonomi dan keramaian masyarakat setelah hadirnya Kereta Cepat.

Bahkan, kata dia, Pemkab Bandung Barat juga diuntungkan lantaran tak perlu lagi melakukan promosi karena sudah banyak para investor atau masyarakat soal hadirnya Kereta Cepat di Kabupaten Bandung Barat.

"Kami juga dari pemerintah tak usah lagi melakukan promosi, karena investor juga sudah mengetahuinya. Tinggal kami optimalkan saja pelayanan perizinan, yang lebih profesional. Apalagi sekarang kami sudah menerapkan sistem online yang mempermudah investor atau pengusaha untuk berinvestasi dengan cepat dan mudah," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, selain menambah nilai investasi, hadirnya Kereta Cepat juga bakal membuka lapangan pekerjaan baru yang berdampak pada menurunnya angka pengangguran.

"Jelas akan membuka lapangan kerja baru, kalau banyak investor yang datang. Terutama akan menyerap tenaga kerja lokal hingga berdampak pada perputaran ekonomi warga sekitar," katanya.

Kendati tak menyebutkan jumlah nilai investasi selama tahun ini, Ade memastikan, investasi setiap tahun di Kabupaten Bandung Barat terus mengalami peningkatan. "Iklim investasi tahun ini dalam posisi normal. Ada tiga sektor yang mengalami peningkatan nilai investasi, seperti pada bidang properti, pariwisata hingga industri. Ditambah tahun depan hadirnya Walini Raya," terangnya..

Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat, PTPN VIII, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT KCIC telah meneken bersama Nota Kesepahaman kerja sama untuk melakukan percepatan pembangunan Kawasan Walini Raya di Kecamatan Cikalongwetan.

Melalui kesepakatan MoU tersebut, kurang lebih 44 kilometer jalan di Kabupaten Bandung Barat akan mulus. Infrastruktur jalan itu ada di tiga ruas, yaitu Jln. SPN Cisarua-Tugu Nanas sepanjang lebih kurang 21.900 meter, Jln. Cipada (Loseng)-Wadon sepanjang 10.700 meter, ruas Jln. Nanggeleng-Sirnaraja-Mandalamukti sepanjang 13.200 meter. Semua jalan eksisting itu akan diperlebar dari 3-5 meter menjadi 10 meter

Bukan hanya insfrastruktur jalan, ketiga BUMN juga sepakat membangun dan menyediakan lahan seluas kurang lebih 30 hektar dan membangun sarana olah raga (stadion) berikut penunjang lainnya. Selain itu, juga menyediakan lahan seluas kurang lebih 5 hektar digunakan untuk pembangunan Masjid Besar Kecamatan beserta Pondok Pesantren di Kecamatan Cikalongwetan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA