Warga Cipageran Deklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Bandung Raya

Rabu, 13 November 2019 | 15:22 WIB

191113152441-warga.jpg

Laksmi Sri Sundari


WARGA Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free/ODF) yang berlangsung di Aula Kelurahan Cipageran Jalan Cipageran, Rabu (13/11/2019). Deklarasi itu dilakukan sebagai bentuk komitmen masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

Warga yang diwakili oleh masing-masing ketua RT dan RW secara serentak membacakan isi deklarasi tersebut dihadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan, dan Kepala  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Pratiwi  yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Deklarasi tersebut berisi, "Kami berkomitem untuk terus menerus mewujudkan Kelurahan Cipageran ODF".

Lurah Cipageran, Agus Irwan Kustiawan menjelaskan,  perjalanan Cipageran menuju ODF dimulai sejak 2011, dan secara bertahap mulai terwujud. Hal itu berkat kerjasama semua pihak, termasuk pihak Puskesmas, Dinkes dan seluruh masyarakat. 

"Sudah di tahun 2011 oleh sanitarian puskesmas bekerjasama dengan kader' kader di kelurahan, yang secara terus menerus melakukan pemicuan," katanya usai kegiatan.

Menurut Agus, di awal tahun 2011 ada sekitar 400 kepala keluarga (KK) yang masih BAB sembarang, dengan membuangnya ke kali.

"Sekarang setelah pemicuan, tinggal 196 KK lagi. Dan hari ini dilakukam deklarasi ODf. Untuk yang masih tersisa ini kita targetkan secepatnya, sehingga di Kelurahan Cipageran bisa sepenuhnya ODF," terangnya.

Diakui Agus, sebenarnya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungannya cukup tinggi. Namun karena terkendala lahan, sehingga mereka dengan terpaksa BAB sembarangan.

"Hasil pemicuan di masyarakat, mereka sadar kalau BAB sembarangan banyak mudaratnya, menimbulkan penyakit. Cuma karena terkendala lahan yang sempit untuk membuat septic tank, belum lagi biayanya yang besar," bebernya.

"Namun setelah dilakukan pemicuan, karena mereka berfikir kalau dulu bikin septic tank butuh lahan yang besar. Padahal sekarang dengan lahan yang sempit pun bisa bikin septic tank," tambah Agus.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA