KKN Tematik Komitmen Tel-U Mendukung Program Citarum Harum

Bandung Raya

Rabu, 13 November 2019 | 14:13 WIB

191113141529-kkn-t.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Dua orang mahasiswa Telkom University melakukan penelitian menggunakan alat deteksi pada acara pembukaan KKN Tematik di Sungai Citarum Sektor 6, Kec. Bojongsoang, Kab. Bandung, Rabu (13/11/2019).


TELKOM University terus berkomitmen dalam mendukung program Citarum Harum yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat. Salah satunya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa yang difokuskan di Sektor 6 Sungai Citarum, Kec. Bojongsoang, Kab. Bandung.

Rektor Telkom University, Prof. Adiwijaya mengatakan, KKN Tematik tersebut sebagai salah satu upaya dari pihaknya untuk menciptakan Sungai Citarum kembali bersih dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

"KKN Tematik Citarum Harum ini sudah ketiga kalinya, salah satu bentuk link and match pendidikan yang ada di kami, jadi tidak hanya belajar di Kampus, tapi berbaur dengan masyarakat dan memahami problem-problem yang ada di lingkungan," ungkap Adiwijaya usai membuka kegiatan, Rabu (13/11/2019).

Sehingga nantinya, kata Adiwijaya, para mahasiswa yang terlibat dalam KKN Tematik ini  bisa langsung mengimplementasikan pengetahuan mereka dan bermanfaat untuk masyarakat di sekitar Sungai Citarum.

"Kami ingin menciptakan Citarum ini bukan sebagai halaman belakang, tapi halaman depan, jadi tempat bermain. Makanya dari mulai KKN Tematim yang pertama kami buat mural, sehingga masyarakat merasa nyaman berada di sekitar sungai, lalu penanaman pohon," ungkapnya.

Selain itu juga, lanjut dia, bagaimana mahasiswa ini bisa membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga Sungai Citarum. Kemudian mengenal lebih jauh terkait potensi-potensi yang ada di Citarum, termasuk implementasi Internet of Things (IOT) untuk mendeteksi polusi yang ada di sekitr Sungai Citarum.

"Ada juga Tel-U mengajar, dalam arti mengajar disini bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat dan memelihara lingkungan. Sehingga bersama masyarakat bisa langsung terasa," katanya.

Dirinya menambahkan, pada KKN Tematik yang diikuti oleh 150 orang mahasiswa lintas Fakultas pada Telkom University itu, di antaranya melakukan kegiatan lomba perahu kano atau kayak (sistem monitoring sungai berbasis drone), penanaman 500 pohon jenis mangga, nangka, pucuk dan mera, kelas alam atau kelas mengajar dan penyerahan bantuan perpustakaan.

"Salah satunya deteksi polutan, ada yang menggunakan drone, ada robot air juga. Itu memang salah satu yang kami buat dalam rangka untuk diiimplementasikan dalam program Citarum Harum. Karena kami sadar betul, siapa lagi yang peduli kalau bukan bangsa sendiri," terangnya.

Sementara itu Komandan Sektor 6 Citarum Harum, Kolonel Arh Dodo Irmanto mengatakan, semenjak program tersebut mulai digulirkan, pihaknya sudah berbuat yang terbaik. Meski, harus diakui hasilnya belum maksimal.

"Mungkin baru 80 persen. Tentunya kami akan berupaya terus, kerja sama dengan para stakeholder termasuk perguruan tinggi. Termasuk banyak rekan-rekan LSM asing juga yang membantu program Citarum Harum," ungkap Dodo.

Dengan keterlibatan banyak pihak ini, menurut Dodo, bukan tidak mungkin penyelelesaian permasalahan di Sungai Citarum bisa tercapai sebelum target yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni tujuh tahun.

"Sampai saat ini yang masih bertahap itu edukasi kepada masyarakat. Karena sampai saat ini, bisa dilihat walaupun Citarum sudah bersih, tapi saat hujan masih ada sedikit-sedikit sampah yang melintas. Dalam program ini kami terus lakukan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, bersama dengan para stakeholder, perguruan tinggi, dan juga LSM asing yang terlibat ini, pihaknya terus berdiskusi untuk membuat suatu edukasi yang paling tepat agar bisa mencegah sampah tidak masuk ke sungai.

 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA