TMB Koridor 5 Rute Antapani-Stasiun Hall Diluncurkan

Bandung Raya

Selasa, 12 November 2019 | 16:53 WIB

191112165422-tmb-k.jpg


PEMKOT Bandung meluncurkan Trans Metro Bandung (TMB) Koridor 5 dengan rute Antapani-Stasiun Hall. Lebih jauh, sebanyak 15 armada bus akan beroperasi, untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan bahwa dengan terintegritasinya kelima koridor TMB, maka dapat merubah budaya masyarakat, dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Dengan terintegrasi dan terhubungnya kelima koridor TMB ini, maka beralih dari kendaraan pribadi ke trasnportasi umum. Busnya juga relatif kecil yang sesuai dengan karakter jalan-jalan Kota Bandung," ungkapnya usai launching di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, meski saat ini untuk pembayaran TMB koridor 5 tersebut masih tunai, namun diupayakan ada ke depannya untuk cashless atau non tunai.

Dikatakannya untuk 15 armada bus tersebut, merupakan bantuan dari pusat. Sementara itu, berdasarkan hasil survei yang diperoleh pihaknya, idealnya Kota Bandung memiliki 21 koridor TMB.

Yana menegaskan, kehadiran TMB koridor 5 bukan sebagai pesaing bagi angkutan kota (angkot). Bahkan diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk berpindah moda trasnportasi ke angkutan umum, dengan angkot.

"Jadi angkot ini di re-routing ke jalur-jalur yang potensial, karena TMB kan beroperasinya di jalan-jalan utama. Untuk rute re-routingnya sedang kita kaji," katanya.

Sedangkan untuk shelter atau halte TMB, Ia meminta agar mengutamakan fungsi dibanding estetika. Sehingga membuat orang yang menunggu, merasa aman dan nyaman.

"Intinya lebih fungsional, yang aman, nyaman, enggak kehujanan dan kepanasan. Pembangunannya dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ricky Gustiadi mengatakan, secara administrasi dan perizinan sudah lengkap, serta bus yang beroperasi dalam kondisi baik.

"Untuk alat pembayarannya, ada kebijakan tarif nominal masih berlaku, dengan koridor yang sebelumnya yakni Rp 3 ribu untuk umum, pelajar Rp 1.500 dan guru satu rupiah, itu untuk non-tunai. Kalau bayar tunai Rp 4 ribu untuk umum dan pelajar Rp 2 ribu," tuturnya.

Sedangkan penggunaan kartu e- tool atau non tunai maka veteran dikenakan Rp 1 dan bagi difabel dapat menjadi gratis, tergantung kebijakan pemerintah.

Lebih jauh, pihaknya akan melengkapi segala fasilitas TMB koridor 5 pada awal 2020 mendatang.

Disinggung terkait keberadaan angkot, lanjutnya, pihaknya memastikan tidak ada tumpang tindih, terlebih sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan organda.

"Mulai besok sudah bersiap beroperasi, untuk melayani kebutuhan trasnportasi masyarakat," tambahnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA