BBLM Dukung Produksi Motor Listrik di Dalam Negeri

Bandung Raya

Selasa, 12 November 2019 | 14:09 WIB

191112140053-bblm-.jpg

Lucky M. Lukman


BALAI Besar Logam dan Mesin (BBLM) Kementerian Perindustrian genap berusia 50 tahun. Di usianya yang sudah matang, BBLM pun terus berupaya memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan industri Tanah Air.
Tahun ini, BBLM memiliki tema "50 Tahun BBLM Berkarya Siap Mendukung Making Indonesia 4.0" yang konotasinya berimbas pada peningkatan kualitas produk. Lewat serangkaian penelitian yang dilakukan, BBLM pun kini memiliki sejumlah unggulan yang bisa dibanggakan.
Kepala BBLM, Ir. Enuh Rosdeni, M.Eng mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan berbagai terobosan baru yang dapat meningkatkan industri di Tanah Air. Enuh menyebut ada empat unggulan yang saat ini terus dikawal.
"Kami sekarang punya empat unggulan produk untuk membantu industri dalam negeri. Dan kami akan terus mengembangkannya," tutur Enuh usai mengisi acara seminar di Garden Permata Hotel, Jln. Lemah Neundeut, Kota Bandung, Selasa (12/11/2019).
Dijelaskan Enuh, unggulan pertama yang kini dikedepankan oleh BBLM yaitu produksi roda kereta api yang selama ini masih diimpor. BBLM melalui rangkaian penelitian, kini mencoba membuat prototipe roda kereta api dengan bahan baku dari dalam negeri.
"Sudah kami bikinkan prototipenya dan tanggapan pasar sangat bagus. Rencananya untuk roda kereta api ini kami akan bekerja sama dengan PT Barata. Nanti PT Barata ini yang akan memproduksi secara massal," jelas Enuh.
Produk unggulan kedua dari BBLM yaitu motor listrik. Saat ini, BBLM sudah bekerja sama dengan 4 perusahaan besar. Menurut Enuh, motor listrik akan terus dikembangkan. Pasalnya, di masa depan motor listrik akan menjadi harapan.
"Selama ini kan masih impor. Kami sudah membuat prototipe sehingga nantinya bisa diproduksi di dalam negeri. Kami sangat mendukung produksi di dalam negeri," tambahnya.
Sementara dua produk unggulan lainnya yang kini tengah digarap BBLM yaitu nickel pig iron (NPI) yang bisa diolah untuk bahan baku industri baja di dalam negeri serta elemen bahan baku lainnya yang biasa digunakan untuk praktik di SMK.
"Harapan kami produk unggulan ini bisa membantu perkembangan dan problem solving bagi industri dalam negeri," imbuh Enuh.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA