Warga Kota Bandung Diingatkan Waspada pada Penyakit di Kondisi Ekstrem

Bandung Raya

Selasa, 12 November 2019 | 13:21 WIB

191112132335-warga.jpg

merdeka.com


DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau masyarakat mengantisipasi berbagai penyakit yang sering timbul saat musim hujan, terutama dengan kondisi ekstrem.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rita Verita mengatakan, masyarakat dapat mengantisipasi penyakit tersebut dengan perilaku hidup yang bersih dan melaksanakan olahraga demi meningkatkan daya tahan tubuh.

"Menghadapi cuaca yang ekstrem ini hendaknya masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan baik, yaitu dengan tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, dan tetap melaksanakan olahraga secara teratur," kata dia di Bandung, Selasa (12/11/2019).

Dikatakannya, penyakit yang sering timbul saat cuaca ekstrem adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare.

Maka dari itu, ia juga menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

"Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga bisa (meningkat saat musim hujan, red.)," kata dia.

Untuk itu, ia juga mengimbau masyarakat menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Program tersebut bisa dilaksanakan dengan memantau tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung dr Rosye Arosdiani Apip mengatakan ketika musim hujan, perkembangbiakan nyamuk aedes aegepti dapat meningkat.

"Musim hujan itu meningkatkan jumlah potensi perindukan nyamuk di lingkungan pemukiman," kata dia.

Dia menyebut seluruh kecamatan di Kota Bandung bersifat endemis DBD.

Maka dari itu, kata dia, penyakit DBD mudah menyebar di Kota Bandung, apalagi di pemukiman padat.

Pada awal 2019, tercatat sekitar 200 orang lebih terjangkit DBD di Kota Bandung.

Selain bersifat endemis, kata dia, musim hujan awal tahun itu juga berkontribusi dalam peningkatan pasien DBD.

Dia menjelaskan jika masyarakat menjalankan program PSN maka tingkat ancaman penyebaran penyakit DBD pun akan menurun.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA