Kekerasan Terhadap Anak di Kota Cimahi Masih Ditemukan

Bandung Raya

Senin, 11 November 2019 | 17:05 WIB

191111170608-keker.jpg


MESKIPUN sudah meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Pratama dengan menyandang predikat utama, namun masih ditemukan kekerasan yang dialami anak-anak di Kota Cimahi.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A), Ermayanti Rengganis mengatakan, sampai September 2019 pihaknya mencatat ada enam kasus kekerasan yang dialami anak-anak di Kota Cimahi.

"Sampai September tahun 2019, ada 6  kasus. Rata-rata usianya 6-12 tahun. Kasusnya itu ada yang pelecehan seksual dan trafficking," ungkapnya di Pemkot Cimahi, Jln. Demang Hardjakusumah, Senin (11/11/2019).

Diakui Anis, sapaan Ermayanti Rengganis, jumlah angka kekerasan terhadap anak di Kota Cimahi relatif sedikit dibandingkan dengan kota/kabupaten lain. "Kasus kekerasan anak di Kota Cimahi kecil dibandingkan dengan kota/kabupaten lain," sebutnya.

Untuk program penanganan dari Pemkot Cimahi bagi korban kekerasan anak, terang Anis, pihaknya menyediakan layanan konseling. Namun jika korban membutuhkan layanan ahli dan perawatan lanjutan, pihaknya siap memberikan rujukan.

"Kalau dibutuhkan tenaga psikiater kita rujuk ke krisis center Unjani, atau jika perlu perawatan dan lain-lain kita rujuk ke rumah sakit dan pendampingan korban," jelasnya.

Sementara untuk pencegahan, lanjut Anis, pihaknya kerap melaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat. Hanya saja sejauh ini untuk lingkungan sekolah baru menyasar guru-guru tingkat sekolah dasar (SD).

"Kalau guru-guru SMP belum kita laksanakan karena terbatasnya anggaran," terangnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA