Dunia Advokat Makin Digandrungi, 80% AAI Kota Bandung Diisi Kaum Millenial

Bandung Raya

Senin, 11 November 2019 | 10:21 WIB

191111102521-gandr.jpg

Kiki Kurnia

Ketua DPC AAI Kota Bandung, Wenda A. Aluwi Didampingi Wkil Ketua R Wawan dan Sekretaris Aldis Sandhika


HAMPIR 80 persen anggota Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Bandung adalah kaum millenial. Bahkan, kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AAI Kota Bandung 80 persennya diisi oleh kaum millenial. Demikian hal tersebut dikatakan Ketua DPC AAI Kota Bandung, Wenda S. Aluwi SH kepada wartawan disela-sela peringatan HUT AAI ke-29 di ElRoyale Hotel Kota Bandung, Minggu (10/11/2019) kemarin.

Menurut Wenda, kehadiran para advokat muda ini memberikan warna tersendiri bagi DPC AAI Kota Bandung. "Mereka sangat antusias untuk mengikuti program-program AAI, terutama dalam memberikan bantuan hukum," tambah Wenda.

Dikatakan Wenda, DPC AAI Kota Bandung memiliki pusat bantuan hukum (Pusbakum) yang sudah berjalan, dan bisa dijadikan para advokat muda belajar menangani masalah hukum. Namun tambah dia, dalam proses tersebut, para advokat senior tetap akan melakukan pendampingan pada advokat muda saat menangani masalah hukum.

"Kita tidak mungkin melepas begitu saja para advokat muda dalam menangani masalah hukum atau memberikan bantuan hukum pada masyarakat. Mereka tetap akan didampingi dan dimonitor oleh para seniornya, minimal oleh satu orang senior," katanya.

Wenda menyebutkan, banyak masalah hukum yang ditangani AAI DPC Kota Bandung, melalui Pusbakum. Salah satu yang menopnjol adalah masalah pelecehan seksual pada siswa SMP di Kota Bandung oleh oknum ojek online (Ojol) dan penusukan anak SMK.

"Untuk kasus pelecehan seksual oleh pengemudi Ojol kita berupaya ada putusan hukuman minimal 5 tahun sesuai UUKUHP. Sedangkan untuk kasus penusukan anak SMK, masih dalam taraf penyelidikan pihak kepolisian," katanya.

Wenda pun menyebutkan, pihaknya pun akan memberikan bantuan hukum pada masyarakat yang terkena gusuran di Kelurahan Tamansari. Dikatakannya, ada salah seorang dari anggota DPC AAI Kota Bandung yang terkena gusur proyek di Tamansari.

"Kita sudah berbicara dengan pemerintah dan warga, upaya bantuan hukum apa yang kita berikan. Ya, tinggal menunggu responya saja," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC AAI Kota Bandung, R. Wawan Darmawan SH, M.Hum mengimbau sleuruh anggota AAI Kota Bandung untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat tidak mampu. Hal tersebut sesuai dengan sumpah jabatan sebagai advokat, bahwa semua advokat tidak boleh menolak perminataan batuan hukum dari masyarakat.

"Sekalipun permintaan bantuan itu datangnya dari masyarakat kurang mampu, kita sebagai advokat tidak boleh menolak dan harus membantu masyarakat. Kita harus ada nilai sosialnya pada masyarakat," tegasnya seraya menambahkan, setiap advokat bisa terjun ke lapangan menangani masalah hukum sesuai yang diminta masyarakat.

Peringatan ke-29 HUT AAI ini diperingati dengan sederhana namun khidmat. Seluruh anggota yang hadir wajib mengenakan dress code era tahun 30-an. Hal ini dilakukan untuk menghormati para pendahulu dan pendiri AAI DPC Kota Bandung.

"Kepengurusan DPC AAI Kota Bandung dilantik 29 tahun lalu di Hotel Panghegar. Sekarang kita memperingatinya, hari ini di hotel yang sama (sekarang Elroyale)," ujar Wenda.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA