Warga Ingin Hidup Tenang dan Nyaman Tanpa Dihantui Banjir

Bandung Raya

Minggu, 10 November 2019 | 14:37 WIB

191110143857-warga.jpg

dok

Ilustrasi banjir di wilayah Baleendah, Kabupaten Bandung.


MUSIM hujan tiba, warga di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mulai kembali waswas. Mereka pun mulai siap siaga menghadapi ancaman banjir rutin luapan Sungai Citarum dan anak sungainya, Sungai Cisangkuy.

"Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, kami sudah siap siaga menghadapi banjir. Bahkan jauh sebelum turun hujan. Mudah-mudahan ini dapat mengurangi risiko bencana," ujar Edi Yusuf atau yang akrab disapa Abah Edi, Minggu (10/11/2019).

Edi dan banyak warga lainnya di Kelurahan Andir memang kerap menjadi korban banjir langganan sejak tahun 2005. Hingga kini, entah sudah berapa kerugian materil maupun immateril yang diderita warga korban banjir.

"Sampai saat ini tak pernah terekspos di media, berapa kerugian kami sebagai korban banjir," ujarnya.

Abah Edi mengatakan, bencana banjir yang terjadi sejak 2005 lalu itu bukan persoalan biasa. Warga, ujarnya, menaruh harapan yang besar kepada pemerintah selaku pemegang kebijakan dan penggunaan anggaran.

"Intinya kami ingin hidup aman, nyaman dan aman serta mendapatkan keadilan karena sama-sama sebagai warga Indonesia. Dengan harapan ancaman banjir bisa diminimalisir melalui upaya atau langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah," ungkapnya.

Ia berharap ancaman banjir yang sering melanda kawasan Kelurahan Andir Baleendah itu segera bisa ditanggulangi dan diminimalisir untuk kenyamaan warga sekitar.

"Jangan sampai setiap musim hujan, warga terus-menerus terkena dampak banjir," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA