Pemkot Cimahi Akan Perbaiki 735 Rumah Tidak Layak Huni

Bandung Raya

Minggu, 10 November 2019 | 14:29 WIB

191110143247-pemko.jpg

WALI Kota Cimahi, Ajay M. Priatna saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Perbaikan Rutilahu Tahun Anggaran 2019 di Cimahi Technopark Jln. Baros, Sabtu (9/11/2019).


SEBANYAK 735 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Cimahi akan diperbaiki. Program Pemerintah Kota (Pemkot Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) ini dilakukan dengan stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan keswadayaan, dalam pemenuhan rumah layak huni. Dari 735 rutilahu yang diperbaiki itu terdiri dari, 300 unit rumah bersumber dari APBD Kota Cimahi, 150 unit rumah bersumber Dana Alokasi Khusus, dan 285 unit rumah bersumber dari APBN Kemenpupera (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya/BSPS).

Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna mengatakan, rutilahu merupakan rumah yang tidak memenuhi standar minimal rumah, yaitu keselamatan bangunan, persyaratan kesehatan bangunan, dan kecukupan luas ruang 9 meterpersegi/orang.

"Warga yang berhak menerima bantuan program Rutilahu harus memenuhi persyaratan. Diantaranya bukti kepemilikan tanah sah, kondisi ekonomi pemilik memang kurang mampu, belum pernah mendapat bantuan serupa, dan memiliki KTP/KK Cimahi," katanya dalam kegiatan Sosialisasi Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD Cimahi, Dana Alokasi Khusus Dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Tahun Anggaran 2019 di gedung Cimahi Technopark Jln. Baros, Sabtu (9/11/2019).

Ia pun berharap, petugas yang melakukan verifikasi bisa lebih teliti dalam melakukan pendataan. "Karena banyak anggota masyarakat yang masih membutuhkan untuk mendapatkan bantuan dari program rutilahu ini, saya berharap dari tahap seleksi, usulan, verifikasi dan penetapan, dilaksanakan dengan teliti dan benar-benar, sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat," ujarnya.

Tujuan dari perbaikan rutilahu itu sendiri, kata Ajay, adalah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, berwawasan lingkungan, meningkatkan kualitas derajat kehidupan yang berkeadilan, membantu meringankan beban bagi masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan rumah tinggal layak huni, serta menciptakan rumah tinggal keluarga yang sehat dan bersih, dan menciptakan serta menumbuhkan kepedulian dan kegotongroyongan.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA