Bekas Kebakaran Hutan Rawan Terjadi Longsor

Bandung Raya

Sabtu, 9 November 2019 | 21:00 WIB

191109210339-bekas.JPG


BEKAS kebakaran hebat di kawasan hutan, pegunungan atau perbukitan dengan tingkat kemiringan lahan yang curam  sangat rawan terjadi pergerakan tanah atau longsor.

Di antaranya bekas kebakaran hutan yang terjadi di Kecamatan Ibun, Cimaung, Ciwidey, Rancabali, Soreang, Kutawaringin dan di kecamatan lainnya pada musim kemarau lalu.  Hal itu diungkapkan Aktivis Lingkungan Kabupaten Bandung Yudi Nurman Fauzi ketika dihubungi galamedianews.com, Sabtu (9/11/2019) sore. 

Menurut Yudi, lokasi lahan yang rawan terjadinya longsor itu, bisa diamati di sepanjang sempadan aliran Sungai Citarum yang masuk kawasan Kertasari, Pacet dan Ibun.

"Dengan adanya ancaman longsor atau pergerakan tanah itu berpotensi menutupi saluran air jika lokasi longsor itu di sempadan sungai. Bencana longsor itu akan menimbulkan penyumbatan air dan mengancam terjadinya banjir bandang di wilayah bagian hilirnya," kata Yudi.

Memasuki musim hujan tahun ini, Yudi pun berharap kepada warga yang rawan terdampak ancaman banjir harus selalu meningkatkan koordinasi dengan pemerintah setempat. Terutama di desa-desa yang sudah dibentuk destana (desa tangguh bencana). Hal itu bagian dari kesiapsiagaan mengahadapi bencana banjir. 

"Apalagi saat ini di kawasan Majalaya Kabupaten Bandung dihadapkan pada tantangan ancaman banjir. Yaitu dengan persoalan yang komplek dalam proses pembenahan Sungai Citarum, yang saat ini belum selesai dalam upaya melakukan normalisasi sungai tersebut," katanya. 

Apalagi saat ini, imbuh Yudi, peringatan dini bencana banjir sudah tak berfungsi lagi. Sebelumnya, di lokasi pemantauan peringatan dini ancaman banjir luapan Sungai Citarum itu merupakan aliran air sungai, namun saat ini alih fungsi menjadi jalan. 

"Antisipasi lainnya, warga yang rawan terdampak banjir untuk mempersiapkan tempat-tempat tinggi untuk menyelamatkan barang-barang berharga disaat kondisi lagi darurat," ungkapnya.

  Ia mengatakan, memasuki awal musim hujan, bagi pemerintah pun bukan waktunya lagi melakukan mitigasi bencana.

"Mitigasi bencana itu harus dilaksanakan pada musim kemarau atau sebelum bencana itu terjadi," katanya. 

Dalam menghadapi musim hujan itu, ia mengatakan, bagaimana masyarakat menyelamatkan diri disaat rumahnya dilanda banjir. Namun untuk masyarakat yang sudah menjadi langganan banjir seperti di Majalaya, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang sudah terbiasa lagi dalam menghadapi bencana banjir.

"Mereka sudah bisa melakukan pemetaan sendiri, kemana harus mengevakuasi diri disaat rumahnya dilanda banjir," katanya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA