Fraksi PSI Minta RAPBD 2020 Berupa E-Budgeting Dibuka untuk Publik

Bandung Raya

Jumat, 8 November 2019 | 17:57 WIB

191108175823-fraks.jpg

Yeni Siti Apriani


FRAKSI PSI-PKB DPRD Kota Bandung meminta Wali Kota Bandung agar membuka data rencana APBD 2020 yang berupa e-budgeting untuk publik. Rencananya, RAPBD 2020 akan disahkan pada bulan November ini.

Menurut Ketua Fraksi PSI-PKB, Christian Julianto, Pemkot Bandung saat ini telah menggunakan e-budgeting atau sistem informasi perencanaan penganggaran terintergrasi Kota Bandung (SIRA) sejak 2017. Sudah saatnya, Kota Bandung menggunakan e-budgeting tersebut. Apalagi setelah berjalan tiga tahun versinya terus di update, bahkan dua kali dalam setahun.

"Surabaya dan Jakarta sudah gunakan e-budgeting tapi belum dibuka ke publik, kalau Bandung buka ke publik bisa jadi prototype," ungkap Christian, Jumat (8/11/2019).

Fraksi PSI-PKB percaya bahwa cara paling efektif melawan korupsi adalah transparasi. Dengan dibukanya e-budgeting ke publik, lanjutnya, celah untuk korupsi makin kecil.

"Dengan dibukanya e-budgeting enggak bisa bermain, karena sudah teebuka, celahnya makin kecil," ungkapnya.

Tak hanya itu, dengan keterbukaan lewat e-budgeting maka kegiatan yang dilakukan Pemkot Bandung akan diketahui masyarakat. "Ini akan menjadi pendidikan politik bagi masyarakat untuk aktif terlibat dalam pengawasan anggaran," tandasnya.

Ditambahkan Sekretaris Fraksi, Erwin, setelah tiga tahun digunakan, sistem e-budgeting sudah cukup matang untuk juga bisa diakses masyarakat.

"E-budgeting diciptakan dengan semangat keterbukaan dan transparansi. Dengan dibuka secara luas, masyarakat bisa mengakses," ungkap Erwin.

Masyarakat, imbuhnya, kerap mengajukan berbagai kegiatan dalam musrenbang baik dari tingkat RT/RW, kecamatan hingga kota. "Nah kegiatan ini terlihat apakah di akomodir atau tidak dari e-budgeting," ungkapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA