Disdagin Serahkan 250 Sertifikat Halal pada Pelaku IKM

Bandung Raya

Kamis, 7 November 2019 | 18:35 WIB

191107183731-disda.jpg


DIINAS Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menyerahkan sertifikat halal kepada 250 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Bandung di Ballroom Ibis Hotel, Kota Bandung, Kamis (7/11/2019). Ini merupakan salah satu upaya Disdagin untuk mendukung program wisata halal Kota Bandung serta mendorong para pelaku IKM untuk memasarkan produknya ke luar negeri.

"Alhamdulillah hari ini (Kamis, red) kita menyerahkan sebanyak 250 sertifikat halal kepada para pelaku IKM binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung. Semua kami fasilitas secara pembiayaan. Satu IKM itu memerlukan biaya mencapai Rp 2,5 juta," ujar Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah.

Dikatakannya, semua produk makanan/minuman di Indonesia harus memiliki label halal. Apalagi, saat ini Kota Bandung sudah ditetapkan sebagai kota tujuan wisata halal. Untuk mendukung program ini, Disdagin pun memfasilitasi IKM untuk mendapatkan sertifikat halal.

"Ini juga sebagai penjaminan kepastian hukum. Sehingga selaku konsumen baik warga maupun wisatawan merasa aman dengan produk IKM Kota Bandung," ungkapnya. 

Menurut Elly, sertifikat halal bisa diajukan secara mandiri dan juga ada yang difasilitasi Pemkot Bandung. Karena keterbatasan anggaran, tiap tahunnya Disdagin hanya menfasilitasi 250 IKM. "Fasilitasi Disdagin ini sudah berlangsung selama lima tahun," ungkapnya.

Syarat IKM yang bisa mendapatkan bantuan ini, ungkap Elly, yakni pedagang formal dan memiliki legalitas. "Ber-KTP Bandung, pedagang formal, ada legalitas seperti surat keterangan RT/RW, PIRT dari Dinas Kesehatan dan beberapa persyaratan yang memang untuk memperoleh sertifikat," terangnya.

Di Kota Bandung ini, tandas Elly, terdapat sekitar 14.000 IKM yang bergerak dalam sektor kuliner, fashion dan kerajinan. 'Selain sertifikat halal, tahun ini kita ajukan 250 IKM untuk mendapatkan Haki atau merek dagang di Jakarta. Ini menunjukkan keberpihakan kami pada IKM," tandasnya.

Diharapkannyan, para pelaku IMK meningkatkan produknya agar bisa bersaing di tingkat global. Selain itu, para pelaku IKM juga harus terus berinovasi dalam memasarkan produknya. Salah satunya dengan memasarkan produk secara online. 

"Saat ini, perdagangan di Kota Bandung ini tidak hanya mengandalkan secara offline. Namun harus dengan online. Kita terus menyosialisasikan kepada para IKM, agar melaksanakan penjualan online dan hukumnya wajib melaksanakan transaksi secara online. Itu untuk meningkatkan penjualannya juga," harapnya.

Selain penyerahan sertifikat halal, pada acara itu juga diadakan gelar produk IKM yang sudah mendapatkan sertifikat halal, penampilan kendaraan hias go export dan fashion show.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA