Partai Golkar Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati Bandung

Bandung Raya

Kamis, 7 November 2019 | 16:08 WIB

191107160912-parta.jpg

dok

ilustrasi


DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung membuka kesempatan bagi para kader maupun masyarakat umum untuk mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati Bandung periode 2020-2025 pada pilkada Bandung 2020. Pendaftaran akan dimulai Minggu (10/11/2019) bertepatan dengan momen Hari Pahlawan.

Rencananya, pembukaan pendaftaran akan dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar H. Dadang M. Naser. Pendaftaran akan dibuka hingga tanggal 30 November 2019
di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang-Banjaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Ketua Tim Seleksi Calon Bupati Bandung, H. Cecep Suhendar mengatakan, waktu pengembalian formulir pendaftaran dimulai tanggal 15-30 Nopember 2019. Menurut Cecep, pembukaan pendaftaran berdasarkan pada surat edaran petunjuk pelaksanaan (juklak) Nomor 6 DPP Partai Golkar yang diterima DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.

"Kami sudah menyiapkan lima tahapan untuk menyeleksi calon bupati Bandung. Mulai dari penjaringan, penetapan, deklarasi, pembentukan tim dan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung. H-3 sebelum pendaftaran ke KPU, sudah ada nominasi nama-nama calon bupati," tutur Cecep kepada wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (7/11/2019).

Cecep menambahkan, persyaratan dasar, umum dan khusus bakal calon bupati Bandung mengacu pada AD/ART Partai Golkar dan Munaslub 2016 lalu. Persyaratan umum di antaranya identitas kependudukan, terbebas gerakan radikalisme, kemudian memiliki konsep dan kesiapan.
"Kemudian hal lain yang dipersyaratkan KPU di antaranya ijazah, kemudian kesehatan, bebas bersih diri. Itu persyaratan umum," katanya.

Sementara persyaratan khusus yaitu yang diatur internal partai. Beberapa di antaranya yaitu aktif di Partai Golkar minimal lima tahun, sempat mengikuti pendidikan kader Partai Golkar, memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas dan tak pernah tercela.

"Memiliki prestasi itu wajib. Kemudian memiliki kapabilitas, kapasitas, tak masuk anggota partai lain, bisa meluangkan waktu dan siap kerja kolektif. Selain itu harus menggalang dukungan dan penggalangan pembiayaan. Karena cost politic bagian penting dalam proses pelaksanaan pilkada. Kemudian dibuktikan penandatangan surat perjanjian berkaitan dengan visi misi Partai Golkar dan bisa memenangkan Partai Golkar dalam Pilkada Bandung mendatang," paparnya.

Cecep juga menuturkan, dalam proses penjaringan bakal calon bupati Bandung juga melalui survei beberapa gelombang di internal partai maupun eksternal. Hal itu untuk memberikan pembobotan dan dukungan bakal calon bupati.

"Penetapan bakal calon bupati Bandung, nantinya melalui rapat pleno DPD Partai Golkar. Hasil rapat pleno diusulkan kepada DPP Partai Golkar melalui DPD Partai Golkar Jabar," katanya.

Dikatakan Cecep, KPU menerima calon Bupati Bandung harus dilengkapi dengan surat rekomendasi partai politik di tingkat pusat. Hasil dari tim seleksi penjaringan bakal calon bupati Bandung itu, imbuhnya, setelah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar akan melaksanakan deklarasi pada bulan Mei 2020. Kemudian untuk mendapatkan pasangan calon pada 16-18 Juni 2020.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA