Pemprov Jabar Cari Pengganti Iwa Karniwa Lewat Seleksi Terbuka

Bandung Raya

Kamis, 7 November 2019 | 11:28 WIB

191107112740-pempr.jpeg

bpsdm.jabarprov.go.id

Kepala BKD Jabar, Yerry Yanuar.


PEMERINTAH Provinsi Jabar melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) resmi membuka pendaftaran seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar. Seperti diketahui, jabatan Sekda saat ini kosong setelah ditinggalkan Iwa Karniwa yang tersangkut kasus suap proyek Meikarta.

Seleksi terbuka untuk jabatan Sekda Jabar akan dimulai dengan proses pendaftaran yang dilakukan pada tanggal 7-21 November 2019.

Kemudian, pada 22 November 2019, akan dilakukan seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, dan pengumuman seleksi administrasi.

Kepala BKD Jabar, Yerry Yanuar menyatakan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN) sudah mengeluarkan rekomendasi open recruitment atau seleksi terbuka tersebut. Dikarenakan jabatan Sekda begitu strategis, dia memastikan open recruitment dilakukan sesuai regulasi dan menjunjung tinggi keterbukaan informasi.

"Pengisian jabatan Sekretaris Daerah menjadi penting karena roda pemerintahan dan pembangunan harus berjalan. Jabatan Sekda sangat strategis, maka jabatan itu harus segera diisi oleh pejabat yang kompeten," tutur Yerry.

"Selain sebagai Kepala Perangkat Daerah, Sekda juga menjadi Kepala Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), Ketua TKPRD, Ketua Tim Penilaian Kinerja, dan menjadi pejabat yang berwenang dengan kepegawaian," lanjutnya.

Setelah itu, open recruitment masuk tahap assessment kompetensi dan potensi yang digelar pada 25-26 November 2019. Tahap selanjutnya adalah penulisan makalah. Dan pada 3 Desember 2019, pansel bakal mengumumkan hasil assessment kompetensi serta potensi.

"Kemudian ada seleksi kesehatan dan MMPI pada 5 Desember dan wawancara pansel pada 9-10 Desember. Setelah wawancara, pansel akan mengumumkan tiga kandidat yang disampaikan kepada Gubernur Jabar untuk disampaikan ke Presiden RI," jelasnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, BKD Jabar telah menetapkan panitia seleksi (pansel) yang berjumlah tujuh orang.

Menurut Yerry, pansel sendiri terdiri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Nasional, serta empat akademisi dengan latar belakang berbeda.

"Sesuai aturan, pansel dari internal atau birokrasi itu 45 persen. Tapi, karena tidak ada pejabat Eselon I-B yang selevel dengan jabatan yang diisi, pansel dari birokrasi berasal dari tiga kementerian," tuturnya.

Yerry menegaskan, pejabat dari instansi maupun daerah lain dapat ikut serta dalam open recruitment tersebut. Dia pun berharap akan ada banyak pendaftar dalam open bidding kali ini, supaya pansel dapat memilih pejabat yang benar-benar kompeten untuk menjadi Sekda Jabar.

"Karena Sekda Jabar adalah jabatan yang strategis dan butuh orang yang bisa menjadi solusi di Jabar. Dan fungsi Sekda pun sangat penting, termasuk fasilitator antara kepala daerah dengan dewan, dengan masyarakat, dengan organisasi masyarakat," ucapnya.

"Selama proses berjalan kita membuka website khusus untuk publik bisa melihat, mendaftar, dan mengawasi, hasil tahapan dari seleksi terbuka itu. Kami juga akan melaporkan hasil seleksi terbuka per tahapan di sejumlah media massa maupun media sosial," sambung Yerry.

Untuk pendaftaran dan informasi mengenai ketentuan, persyaratan, dan tahapan seleksi terbuka dapat diakses di www.seleksiterbuka.jabarprov.go.id atau www.bkd.jabarprov.go.id.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA