Masuk ke Musim Pancaroba, Kenali Ciri-ciri Angin Puting Beliung

Bandung Raya

Rabu, 6 November 2019 | 14:48 WIB

191106145108-masuk.jpg


MEMASUKI musim hujan masyarakat diminta untuk mewaspadai segala macam bencana yang mungkin terjadi. Salah satu bencana yang mungkin terjadi adalah puting beliung.

Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Maulana Mustaqim mengatakan ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan cuaca yang terik pada pagi hari kemudian perubahan suhu yang drastis pada siang harinya.

Selain itu, menurutnya jika dalam 3-4 hari tidak ada hujan pada saat musim hujan masyarakat pun diminta waspada akan adanya puting beliung.

Ia menambahkan, adanya pertumbuhan awan menyerupai kapas atau awan kumulus yang seketika berubah hitam pekat (cumulonimbus) disertai semilir angin pun menjadi salah satu ciri terjadinya angin puting beliung.

Maulana mengatakan, radius puting beliung kurang lebih 10 km dengan kecepatan maksimal 65 km/jam dengan waktu yang relatif singkat sekira 10-20 menit.

"Ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan kondisi yang sangat panas di pagi hari kemudian ada pertumbuhan awan Cumulus kemudian menjadi hitam Cumulus Nimbus diperkirakan terjadi pada sore hari dengan radius kira kira 10 km dengan kecepatan paling cepat itu kalau puting beliung itu 65 km/jam. Dengan durasi yang cukup singkat antara 10-20 menit," kata Maulana yang dikutip saat on air di Radio PRFM 107,5  News Channel, Rabu (6/11/2019).

Untuk wilayah Bandung Raya, Maulana menyebut berdasarkan pengalaman yang lalu, puting beliung terjadi di daerah yang memiliki tekanan udara yang rendah dan tinggi. Di antaranya, Rancaekek, Cileunyi dan juga Padalarang.

"Biasanya di daerah yang tekanan rendah dan tekanan tinggi. Misalnya Rancaekek atau Cileunyi atau juga di daerah Padalarang, kalau di Bandung," ungkapnya.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di pohon yang tinggi dan rapuh serta menjauhi reklame. Ia menyarankan untuk berteduh di tempat yang kokoh seperti rumah tinggal, gedung dan sebagainya.

"Ketika musim hujan ketika ada angin dan ada petir diimbau tidak berteduh di pohon yang tinggi, pohon yang rapuh. Lebih bagus berteduh di tempat yang kokoh di gedung. Jauhi reklame yang bisa diterbangkan angin dan pohon tua," paparnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA