Zakat Berperan dalam Peningkatan Kesejahteraan Manusia

Bandung Raya

Selasa, 5 November 2019 | 14:35 WIB

191105143652-zakat.jpg

Ginanjar Arief Pratama

WAKIL Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin memberikan sambutan sekaligus membuka acara World Zakat Forum International Conference 2019 di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Selasa (5/11/2019).


ORAGANISASI Zakat Dunia atau World Zakat Forum (WZF) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menandatangani nota kesepahaman (MoU) di acara pembukaan WZF International Conference 2019 di Crowne Plaza Hotel, di Jln. Lembong, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019).

Kedua pihak sepakat untuk menjalin kerjasama dalam berbagai program di tingkat nasional dan internasional selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) selama tiga tahun.

Sekretaris Jenderal WZF, Bambang Sudibyo mengatakan, kerja sama ini untuk mengoptimalkan peran zakat di dalam mencapai tujuan SDGs. Pasalnya, zakat merupakan instrumen yang sangat penting dengan orientasi pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.

"Tujuan SDGs sangat terkait dengan zakat yang memiliki tujuan bagi kesejahteraan manusia. Zakat memiliki tujuan untuk menyejahterakan dan mencapai Maqashid Syariah dengan konsep yang sudah mencakup tujuan dari SDGs," terangnya.

Bentuk kerja sama nantinya akan meliputi promosi pengumpulan, penyelarasan, dan distribusi zakat yang efektif untuk mendukung pencapaian SDGs, termasuk membantu anggota mengukur dampak implementasi zakat mereka pada SDGs.

Selain itu, juga akan diadakan proyek penelitian dan pelatihan bersama untuk anggota WZF tentang penerapan zakat untuk SDGs.

Perwakilan UNDP Indonesia, Christophe Bahuet berharap kerja sama ini dapat meningkatkan peran zakat untuk mengurangi kemiskinan di dunia dan dapat mencapai tujuan SDGs yang ditargetkan.

"UNDP hadir di semua negara OKI. Dengan jaringan globalnya, basis pengetahuan lokal dan dukungannya terhadap pengembangan keuangan Islam, UNDP memiliki lokasi yang baik untuk bermitra dengan anggota WZF," terang Bahuet.

Meningkatkan kontribusi signifikan yang diberikan zakat untuk mengurangi kemiskinan dan mencapai SDGs secara lebih luas harus dilakukan secara bersam-sama.

Sebelumnya, UNDP Indonesia telah membuat kerja sama serupa dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan berhasil menerapkan sistem penyaluran dana zakat untuk mitra SDGs lokal. Salah satunya seperti proyek energi terbarukan dengan menyediakan listrik untuk 803 rumah tangga dari empat desa di provinsi Jambi dan mampu memberi manfaat bagi hampir 5.000 orang pada tahun 2017 lalu.

Ada juga inisiatif untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana di Lombok dan Palu setelah bencana 2018 yang lalu. "Penunjukan BAZNAS sebagai mitra kerja sama UNDP tidak terlepas dari kredibilitasnya sebagai lembaga zakat yang telah diakui secara global dan komitmen BAZNAS yang menjunjung semangat Zakat Tumbuh Bermanfaat," terangnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA