Penelitian STP Bandung: Masyarakat Daerah Wisata tak "Welcome" Terhadap Turis

Wisata

Rabu, 1 Juni 2016 | 16:13 WIB

160601161357-penelitian-stp-bandung-masyarakat-daerah-wisata-tak--welcome--terhadap-turis.jpg

wakatobi.com


Indonesia memiliki destinasi wisata yang sangat potensial. Namun potensi tersebut tidak dikelola secara optimal.

Salah satu kendala adalah karena sumber daya manusia (SDM) dan masyarakat sekitar daerah wisata yang tidak "welcome" terhadap wisatawan. Setidaknya kendala tersebut didapat dari hasil penelitian Mahasiswa Jurusan Kepariwisataan pada program Studi Manajemen Destinasi Pariwisata (MDP) Sekolah Tinggi Pariwisata (STPB) Bandung yang dilakukan selama 3 bulan di 3 tempat.

Ke-3 tempat tersebut adalah Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kota Waringin Barat (Kalimantan Tengah, dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep) di Sulawesi Selatan.

Mahasiswa semester VI tersebut meneliti bidang kepariwisataan di ketiga tempat tersebut guna mengimplementasikan ilmu kepariwisataan yang didapat di bangku kuliah.

Menurut Ketua Prodi Manajemen Destinasi Pariwisata STP Bandung, Sugeng Hermanto kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan untuk mengaplikasikan konsep atau teori yang didapat di bangku kuliah dengan studi lapangan. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan dinas pariwisata setempat. Sebelumnya, STP dan hampir seluruh dinas pariwisata di Indonesia telah melakukan MoU.

"Kegiatan ini semacam studi kelayakan di lapangan. Mereka meneliti tata kelola destinasi wisata. Hasil penelitian tersebut kemudian dipresentasikan dan menjadi rekomendasi terhadap pemerintah daerah setempat," ungkap Sugeng kepada wartawan di sela-sela seminar kepariwisataan di STP Bandung Jalan Setiabudhi Bandung, Selasa (1/6/2016).

Tempat penelitian yang dipilih katanya sengaja dilaksanakan di daerah wisata yang belum terlalu berkembang. Tempat tersebut sudah dicanangkan menjadi destinasi wisata namun belum dikembangkan optimal.

"Makanya sengaja diteliti, apa yang kurang dan apa yang harus dikembangkan. Diharapkan dengan penelitian tersebut bisa membuat daerah destinasi wisata tersebut berkembang," jelasnya.

Ia menjelaskan, mayoritas  kendala yang dihadapi bagi daerah dengan destinasi wisata adalah masyarakat yang belum siap menerima kahadiran para wisatawan. Padahal masyarakat juga harus ikut terlibat dalam pengembangan wisata di daerahnya.

Idealnya, kata Sugeng, kendala tersebut harus bisa diantisipasi oleh dinas pariwisata terkait. Oleh sebab itu hasil penelitian ini diharapkan menajdi masukan bagi pemerintah daerah untuk pengembangan parisiwasata.

Menurutnya, penelitian tersebut melibatkan 3 kelompok mahasiswa. Risetnya didampingi oleh dosen pembimbing. Di semester pertama, mahasiswa sudah dikenalkan dengan pengelolaan destinasi wisata, namun sifatnya sebatas pengamatan. Di semester 3 dan empat mahasiswa harus sudah mulai mengidentifikasi masalah dalam bidang tersebut.

"Baru di semester 5 dan 6 mereka melakukan penelitian," katanya.

"Dengan penelitian ini, kami berharap konsep pengembangan destinasi wisatanya bisa terarah sehingga objek wisata tersebut bisa menjadi destinasi wisata yang benar-benar banyak dikunjungi wisatawan," tambah Sugeng.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR