Dampak Covid-19, 10 Ribu Buruh di Jabar Terkena PHK

Bandung Raya

Jumat, 10 April 2020 | 21:58 WIB

200410214206-dampa.JPG

Darma Legi

Buruh melakukan aksi demo di depan Gedung Sate, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

KETUA Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (PP FSP TSK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Barat (SPSI Jabar), Roy Jinto Ferianto menyebut 10 ribu buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut data laporan yang diterima SPSI, 10 ribu buruh di wilayah Jabar terkena PHK sejak awal Maret 2020.

Roy mengatakan, PHK tersebut turut berkaitan dengan imbas penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

"Banyak yang kena PHK dengan mekanisme karyawan kontrak. Baik itu yang diputus beberapa bulan sebelum habis masa kontrak, ada juga yang tidak diperpanjang. Menurut data yang kami terima, kebanyakan pekerja atau buruh yang terkena PHK merupakan karyawan di industri retail dan jasa transportasi," terangnya dilansir dari prfmnews.id, Jumat (10/4/2020).

Selain 10 ribu buruh, kata Roy, sebanyak 50 ribu anggota SPSI Jabar dirumahkan sementara oleh perusahaan sejak Maret 2020.

Rencananya, para buruh itu akan kembali bekerja pada 13 Maret 2020 mendatang.

"Ada sekitar 50 ribu anggota kami yang dirumahkan sementara sejak Maret 2020. Kebanyakan berasal dari perusahaan-perusahaan padat karya, seperti industri tekstil dan garmen," sambung Roy.

Selama dirumahkan sementara, diketahui bahwa tidak semua buruh di Jabar mendapat upah yang pantas.

"Buruh yang dirumahkan sementara ini menerima upah bervariasi. Ada yang diupah penuh, setengah dari gaji pokok, dan bahkan 25 persen dari gaji pokok bahkan tidak mendapat upah sama sekali. Hal ini sedang kami pantau dan akan kami laporkan secara resmi ke Dinas Ketenagakerjaan," pungkas dia.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR