Realisasi Pajak di Kota Bandung Diprediksi Turun Hingga 82 Persen pada Triwulan II

Bandung Raya

Jumat, 10 April 2020 | 18:29 WIB

200410183517-reali.jpg

REALISASI pajak di Kota Bandung diprediksi menurun tajam hingga 82 persen pada triwulan II. Hal ini harus disikapi dengan strategi, terutama memaksimalkan sektor pajak lain dan memberi keringanan pada wajib pajak.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah, Arif Prasetya megatakan bahwa prediksi itu berdasarkan analisa dari tren perputaran ekonomi selama pandemi virus corona (Covid-19) yang mengganggu banyak lini, ditambah adanya kebijakan pembatasan sosial.

Padahal, pada triwulan pertama, pendapatan dari pajak yang didapatkan Pemerintah Kota Bandung mencapai Rp 369 miliar dari target Rp 316 miliar.

"Analisis ekonomi Kota Bandung, kita tidak mengada-ada dengan keadaan dengan Pandemi COVID-19 kita main-main dengan itu, karena di lihat di Triwulan II prediksi kita akan ada penurunan 82 persen," kata dia kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Saat ini, sektor pajak lain, seperti reklame, katering dan kost terus diakselerasi. Kemudian, setelah pandemi usai, perbaikan pendapatan dirancang dengan program yang meringankan wajib pajak.

Di antaranya, memberikan tenggat pembayaran pajak lebih panjang, serta menghapuskan sanksi atau denda (self assesment) seperti hotel, restoran, parkir hingga tempat hiburan dengan tujuan menyasar pokoknya saja. Penghapusan denda administratif pun berlaku bagi official assessment, seperti PBB, PAT, PPJU dan reklame.

"Yang penting kita terima tetap terima (pajak) pokoknya saja," terang dia.

Sebelumnya, sebelum ada pandemi virus, Pemerintah Kota Bandung sudah menargetkan raihan pajak sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 2,7 triliun. Nampaknya, target itu akan dibahas ulang dalam rapat khusus.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR