Herbalis Ir. H. Juanda, Bantu Sembuhkan Sakit Mata Akibat TORCH

Ragam

Jumat, 10 April 2020 | 16:44 WIB

200410165817-herba.jpg

Herbalis, Ir. H. Juanda dari Pusat Konsultasi Spesialis TORCH Aquatreat Therapy Indonesia, bantu sembuhkan sakit mata akibat TORCH. Penyakit tersebut secara medis disebut ’Papilitis Optic Neuritis’  (PON). PON merupakan gangguan penglihatan akibat peradangan pada saraf mata (saraf optik).

“Penyakit ini pernah dialami salah satu pasien kami. Bahkan ’Papilitis Optic Neuritis’ kambuh hingga lima kali, hampir setiap tahun kambuh,” papar Ir. H. Juanda, kepada galamedianews.com, melalui telpon seluler, dari Perumahan Indraprasta I Jl. Sutiragen 9 No.6 Warung Jambu - Bogor, Jum’at (10/04/2020).

Bagi yang ingin mengikuti seminar kesehatan tentang TORCH, Juanda menyarankan masyarakat dapat mengikuti secara live streaming melalui Facebook dan IG, dari Bogor, yang diadakan setiap Sabtu, pukul 10.00 WIB.

“Baik pasien dan calon pasien tetap bisa berkomunikasi dan konsultasi tentang TORCH. Selama ada wabah pandemi Covid 19, pihak Aquatreat therapy Indonesia mengikuti anjuran Pemerintah tidak mengadakan seminar langsung. Sebagai gantinya setiap pasien dan calon pasien tidak terputus kontak maka pihak Aquatreat therapy Indonesia melakukan live streaming melalui Facebook dan IG setiap hari Sabtu,” terang Juanda.

Pusat Konsultasi Spesialis TORCH Aquatreat Therapy Indonesia, kata Juanda, mengobati TORCH menggunakan bahan herbal yang aman untuk di konsumsi dan bebas dari bahan kimia.

“Silahkan masyarakat yang sedang terserang virus TORCH atau sedang mencari pengobatan alternatif  bisa konsultasi ke TORCH Aquatreat Therapy Indonesia. Selama masa wabah pandemi Covid 19 ini, konsultasi dapat dilakukan melalui nomor telpon (0251) 8431084,” terangnya.

Terkait dengan sakit mata akibat TORCH, Juanda juga memfasilitasi galamedianews.com untuk melakukan wawancara langsung dengan mantan pasien yang pernah mengalami gangguan ’Papilitis Optic Neuritis’  (PON). Salah satunya adalah Hazrina Syahdan, warga Kemang Jakarta selatan.

“Keluarga tidak putus ikhtiar agar saya sehat dan benar benar pulih. Allah SWT memberikan jalan kami dipertemukan dengan bapak Ir. H.juanda. Setelah konsultasi dan mengikuti treatment beliau dan konsumsi herbal produksinya sejak saya SMP kelas 3 tahun 2009, Alhamdulillah enggak kambuh lagi,” papar Hazrina Syahdan melalui telpon seluler.

Hazrina mengaku, saat kuliah di tahun pertama (2013) sempat terkena rubella  (infeksi virus) karena imunitas tubuhnya sedang lemah. “Saat itu sempat sudah tidak konsumsi herbal beberapa bulan. Kemudian saya kembali mengkonsumsi herbal pak Juanda. Saat ini umur saya sudah 24 tahun (2020), alhamdulillah saya sehat dan papilitis optic neuritis bisa melihat kembali,” terangnya mensyukuri.

Setelah pengobatan herbal di TORCH Aquatreat Therapy Indonesia,  apa kesan dan pesan kamu buat masyarakat yangg mengalami sakit mata seperti kamu?

“Alhamdulillah Allah kasih kesehatan lewat herbal pak juanda ini. Luar biasa bersyukur bisa melihat lagi dan enggak kambuh penyakitnya. Yang paling senang akhirnya bisa makan makanan yang dilarang sama dokter selama proses pengobatan dan bisa olahraga sekarang karna sebelumnya dokter melarang untuk olahraga karena tidak boleh ada guncangan di mata,” terang wanita lajang yang mengaku sedang berkegiatan menghafal Al- Qur’an ini.

Melalui pengalamannya, Hazrina berharap dapat membantu lebih banyak orang untuk sehat. “Tetap semangat dan enggak putus asa dalam menjalani ikhtiar demi kesembuhan. Insya Allah bisa sama beruntungnya sama dapat melihat lagi seperti sekarang. Tetap ikhtiar untuk pengobatan dengan apapun dilakukan. Alhamdulillah ketemu dengan herbal pak Juanda ini bisa benar-benar stop konsumsi obat dari dokter,” urai putri pasangan H. Abdullah dan Hj. Eti Djulaeha ini.

Bantu Calon Ibu Gagal Hamil Akibat TORCH
Sakit mata atau gangguan ’Papilitis Optic Neuritis’  ini hanya salah satu penyakit yang dapat disembuhkan melalui TORCH Aquatreat Therapy Indonesia. Namun selain itu, lembaga kesehatan alternatif ini juga bisa membantu para ibu dan calon ibu yang gagal hamil akibat TORCH. “Sulit hamil dapat juga menyerang saraf mata, saraf otak dan saraf gerak,” terang Juanda.

Juanda menyarankan, bila mengalami kasus serupa segera melakukan pemeriksaan TORCH. Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya Toksoplasmosis, infeksi lain/Other infection, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus (disingkat TORCH), pada ibu hamil atau yang berencana hamil, untuk mencegah komplikasi pada janin.

Dari banyak kasus, menurutnya, tak sedikit seseorang terkena penyakit Toxoplasmosis. Penyakit ini populer disebut Toxoplasma. Yakni parasit darah atau protozoa yang ditularkan hewan, utamanya kucing. “Bisa juga lewat makanan atau media lainnya. Parasit ini kemudian hidup dalam darah manusia yang selanjutnya berkembang biak di otot-otot tubuh dan menyerang kandungan seorang ibu hamil,” terang Juanda.

Penderita TORCH kadang tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik. Bahkan bisa jadi tidak merasakan sakit. Namun penderita TORCH dapat mengakibatkan sulit hamil, atau keguguran. “Bahkan dapat mempengaruhi organ tubuh bayi tidak lengkap, cacat fisik maupun mental, autis, keterlambatan tumbuh kembang anak dan ketidak sempurnaan lainnya,” papar Juanda.

Namun gejala secara umum, penderita TORCH mudah pingsan, pusing, vertigo, migran, penglihatan kabur, pendengaran terganggu, radang tenggorokan, radang sendi, nyeri lambung, lemah lesu, kesemutan, sulit tidur, epilepsi dan keluhan lainnya.

Untuk menyembuhkan penyakit Toxoplasmosis ini, kata Juanda, belum ada obatnya yang benar-benar efektif. “Virus dan parasit darah yang sering disebut penyakit Toxoplasmosis, Rubella, CMV u0026amp; Herpes ini, belum ada obat yang efektif,” terangnya.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR