Siap Ubah Sejarah Dunia, Presiden Madagaskar Klaim Temukan Tumbuhan Misterius Penangkal Covid-19

Dunia

Jumat, 10 April 2020 | 04:00 WIB

200409213541-berte.jpg

dailymail

Sejauh ini kalangan medis masih belum menemukan vaksin bagi pasien positif virus mematikan Covid-19. Meski demikian klaim datang dari Madagaskar terkait obat penangkal virus yang menyerang organ pernapasan tersebut.

Dikutip dari DailyMail, Kamis (9/4/2020) Presiden Madagaskar Andry Rajoelina menyebut negaranya bersiap melakukan uji coba obat herbal guna menghentikan sebaran pandemi Covid-19.

Dalam program tayangan televisi kemarin ia mengatakan, "Saya baru mendapat pemberitahuan negara kami memiliki obat yang sangat mungkin dapat menyembuhkan pasien Covid-19. Saya katakan sangat mungkin karena masih harus diuji."

Lebih jauh ia menyebut tanaman dimaksud dapat menyembuhkan gejala virus sepenuhnya. Meski demikian Andry tak memaparkan detail dari tanaman herbal dimaksud. Ia masih merahasiakannya dan hanya menyebut tes mulai dilakukan di sejumlah lab dengan melibatkan para ilmuwan.

"Kami akan melakukan serangkaian tes dan saya yakin Madagaskar akan menemukan obat penyembuh Covid-19. Kami akan mengubah sejarah dunia," tegasnya.

Sebelumnya Andry yang dikenal aktif terkait pengobatan pasien Covid-19 mendapat peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia. Khususnya mengenai klaim obat-obatan herbal atau alternatif untuk menangkal virus.

Sejauh ini Madagaskar mengonfirmasi 93 kasus dengan angka kematian nol. Warga sendiri ramai menanggapi pandemi saat ini dengan berbagai penawaran obat herbal seperti lemon dan jahe. Ini didukung sang presiden yang meyakini penanganan alternatif sebagai opsi utama meningkatkan imun tubuh.

"Selain obat-obatan pasien akan ditangani dengan uap minyak ravintsara dan asupan tinggi kalori," ujarnya. Namun pernyataan Andry ini ditanggapi skeptis oleh perwakilan WHO Madagaskar, Charlotte Faty Dniaye.

Baca Juga: Raja dan Putra Mahkota Diisolasi, 150 Keluarga Kerajaan Saudi Positif Covid-19

"Covid-19 yang merupakan virus corona bukan flu biasa, jadi obat-obatan ramuan kuno tak bisa begitu saja dipercaya," katanya. Situs resmi WHO menyatakan obat-obatan saat ini "hanya" meringankan gejala.

Baca Juga: Larang Warga Bermasker, Turkmenistan Klaim Tak Tersentuh Covid-19

Hal serupa dikatakan Pusat Pengendalian Penyakit AS yang menegaskan belum ada uji klinis resmi mengenai pengobatan herbal seperti teh untuk pasien Covid-19. Mereka juga tidak menyarankan pengobatan mandiri. Saat ini sementara tes dilakukan, Madagaskar resmi memperpanjang lockdown hingga pertengahan April.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR