Soal Asal Muasal Ya"Juj dan Ma"juj, Begini Pendapat Sejumlah Ulama

Ragam

Kamis, 9 April 2020 | 00:03 WIB

200409000305-soal-.jpg

Ilustrasi.

PERMASALAHAN Ya'juj dan Ma'juj hingga saat ini masih menjadi misteri. Pemahaman ahli mengenai bangsa yang satu ini berbeda-beda.

Hal itu sangatlah wajar mengingat tidak ada sumber resmi baik Alquran maupun Hadist yang menceritakan detail tentang bangsa tersebut. Meski begitu, sebagian besar ulama meyakini keberadaannya.

Tentang asal muasal Ya’juj dan Ma’juj ini ada dua keterangan dari para ulama.

Pendapat pertama, mereka berasal dari keturunan Adam, bukan Hawa.

Normalnya manusia terlahir dari perkawinan. Namun Ya’juj dan Ma’juj, mereka adalah manusia yang terlahir tidak melalui perkawinan Adam dan Hawa. Mereka muncul karena Adam mengalami mimpi basah. Kemudian air maninya bercampur dengan tanah. Dari sinilah kemudian Allah ciptakan Ya’juj dan Ma’juj.

Pendapat ini termaktub dalam Al-Wasail Al-Mantsuroh, halaman 116 – 117, atau yang dikenal dengan kitab kumpulan fatwa Imam Nawawi rahimahullah (Fatawa Al-Imam An-Nawawi). Disebutkan pula oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, beliau nisbatkan keterangan ini kepada Imam Nawawi rahimahullah. Beliau memberikan keterangan,

Penjelasan ini terdapat dalam fatwanya Muhyid Din Imam Nawawi. (Fathul Bari, 13/108)

Pendapat kedua, bangsa ini keturunan Yafits bin Nuh.

Yafits bin Nuh merupakan moyang dari bangsa Turuk. (An-Nihayah fil Fitan wal Malaahim 1/153. Tahqiq : Dr. Thoha Zaini)

Pendapat yang tepat adalah pendapat yang kedua ini, wallahu a’lam bis showab.

Karena pendapat pertama tak satupun riwayat shahih yang mendukung keterangan tersebut. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah,

Pernyataan yang menjelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj berasal dari campuran tanah dan air mani Adam, adalah pernyataan yang tidak berdalil. Dan tak ditemukan dalam riwayat dari seorang yang wajib diterima ucapannya (Nabi shallallahu’alaihi wa sallam). (An-Nihayah fil Fitan wal Malaahim 1/152-153).

Sehingga kesimpulannya, Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia anak keturunan Adam dan Hawa, tepatnya moyang mereka adalah Yafits bin Nuh.

Dalil yang menunjukkan mereka makhluk dari bangsa manusia, adalah hadis dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudriyi –radhiyallahu’anhu-, dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

Allah ta’ala berfirman kepada Adam, “Ya Adam…”

Maka Adam menjawab, “Labbaikka wa sa’daika wal khairu fi yadaika (Aku sambut panggilan-MU dengan senang hati dan kebaikan semuanya di tangan-Mu).”

Kemudian Allah SWT berfirman, “Keluarkan utusan penghuni neraka.”

“Apa itu utusan penghuni neraka?” tanya Adam.

“Dari setiap seribu anak keturunanmu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang!” Jawab Allah ta’ala.

Maka ketika itu anak kecil menjadi beruban, setiap yang hamil melahirkan janin yang dikandungnya, dan kamu lihat orang-orang seakan mabuk padahal mereka tidak mabuk. Tetapi karena adzab Allah yang sangat pedih.

“Siapa satu yang selamat dari kita itu ya Rasulullah?” tanya heran para sahabat.

Rasulullah menjawab, “Bergembiralah, sesungguhnya penghuni neraka itu dari kalian satu dan dari Ya’juj dan Ma’juj seribu….” (HR. Bukhari dengan Fathul Bari, juz 6 hal. 382).

Wallahu a’lam bis showab.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR