Hindari Sanksi PSSI, Persib Ikuti Anjuran Soal Pembayaran Gaji

Persib

Rabu, 8 April 2020 | 18:59 WIB

200408185945-hinda.jpg

dok

H. Umuh Muchtar

AKIBAT virus Corona, Liga 1 tahun 2020 terpaska harus dihentikan untuk sementara waktu. Seluruh tim harus kehilangan pemasukan utamanya karena tidak ada lagi pertandingan yang digelar.

Berbicara mengenai nasib pemain, PSSI melalui laman resminya sempat mengumumkan bahwa klub peserta Liga 1 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang disepakati. Khususnya untuk pembayaran gaji bulan Maret sampai bulan Juni 2020. Adapun besaran gaji yang dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.

Disinggung mengenai hal tersebut, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar mengatakan, PT PBB telah mengambil keputusan sesuai anjuran dari PSSI. Tujuannya agar tidak ada kecemburuan sosial diantara pemain di seluruh klub di Indonesia.

"Ini kan kebijakan dari PT, mengambil keputusan karena sesuai anjuran PSSI. Kalau Persib dibedakan dengan yang lain pasti nanti jadi kecemburuan dan jadi permasalahan," katanya saat dihubungi, Rabu (8/3/2020).

Selain itu, diikutinya anjuran terkait gaji, diharapkan bisa menghindari Persib dari sanksi. "Takutnya kena sanksi dari PSSI atau bagaimana. Makanya ikuti dulu aturan. Kalau 10 persen berarti dia tidak mengikuti aturan dan tidak manusiawi. Siapa tahu cuma satu atau dua bulan," terang Umuh.

Dalam hal ini, Umuh melalui PT PBB mengaku sudah memberikan penjelasan kepada seluruh pemain. Dan mereka disebutnya sudah menerima kebijakan tersebut. "Pemain sudah dijelaskan, mereka menerima dan tahu kondisi ini. Apa boleh buat. Kalau mereka enggak terima mungkin bagaimana lagi," jelasnya.

Selama Persib tidak menerima pemasukan dari pertandingan, gaji pemain telah dibayar melalui kantong-kantong pribadi jajaran manajemen atau cadangan keuangan yang dimiliki PT PBB.

"Sementara dari pribadi Pak Glen, mungkin seperti itu. Dan mungkin juga ada cadangan keuangan PT yang dikeluarkan. Tapi enggak tahu berapa cadangannya," ungkap Umuh seraya berharap pandemi virus Corona di Indonesia segera berakhir.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR