Pemprov Jabar Ajukan Permohonan PSBB Bagi Wilayah Bodebek

Bandung Raya

Rabu, 8 April 2020 | 18:24 WIB

200408182452-pempr.jpg

dok

Gubernur Jabar Ridwan Kamil

PEMPROV Jawa Barat mengajukan permohonan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk lima wilayah secara bersamaan, kepada Kementerian Kesehatan.

Kelima wilayah tersebut, yakni Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi (Bodebek). Kelima wilayah ini diharapkan masuk ke dalam PSBB Klaster DKI Jakarta dan namanya menjadi Klaster Jabodetabek.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, surat permohonan PSBB Bodebek nantinya akan dinilai oleh Kementerian Kesehatan. Pihaknya berharap keputusan akan keluar dalam satu atau dua hari mendatang.

"Surat dari lima kepala daerah (Bodebek) sudah masuk ke kami (Pemprov Jabar), kemudian kami rekap. Dan hari ini Provinsi Jabar mengajukan PSBB untuk lima wilayah Bodebek, nanti akan di review oleh Kementerian Kesehatan, mudah-mudahan sehari atau dua hari keluar keputusannya," ungkapnya di Gedung Pakuan, Jln. Otista, Kota Bandung, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya wilayah Bodebek harus satu klaster dengan DKI Jakarta. Mengingat, berdasarkan data menunjukkan secara nasional 70 persen Covid-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek.

"Ini mengindikasikan kita ingin satu frekuensi kebijakan dengan DKI Jakarta, karena data menunjukkan secara nasional 70 persen Covid-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek," ujarnya.

Oleh karena itu, apapun kebijakan DKI Jakarta harus diikuti oleh Bodebek. Selain itu Bodebek juga nantinya bisa memberi masukan yang bisa dipertimbangkan oleh DKI Jakarta.

"Apapun yang DKI Jakarta putuskan kita akan mengikuti atau sebaliknya, ada masukan dari kami yang DKI Jakarta bisa pertimbangkan," katanya.

Saat ini, PSBB DKI Jakarta telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan dan menurut informasi akan berlaku mulai Jumat (10/4/2020) dan berlangsung 14 hari dengan catatan dapat diperpanjang.

Pria yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, dari sisi kesiapan, wilayah Bodebek sudah mempersiapkan jika PSBB disetujui. Pihak kepolisian pun, sudah melakukan berbagai simulasi.

"Semuanya sudah melakukan persiapan dari sisi keamanan misalnya, kepolisian sudah melakukan simulasi-simulasi," ucapnya.

Ia menuturkan, pemberlakuan status PSBB bisa mencakup satu kota secara keseluruhan, ataupun hanya beberapa wilayah saja. Emil meyakini PSBB efektif memutus rantai penularan Covid-19.

"PSBB ini nanti bisa diterjemahkan apakah minimal pembatasan hanya beberapa wilayah atau maksimal sampai skala kota. Itu tidak masalah tapi dengan status PSBB diharapkan memutus rantai penularan Covid-19," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR