Serahkan Bantuan Sembako, Satgas Citarum Harum Sisir Warga Korban Banjir

Bandung Raya

Rabu, 8 April 2020 | 17:38 WIB

200408173853-serah.jpg

Engkos Kosasih

BENCANA banjir yang terus-menerus melanda kawasan Cekungan Bandung Selatan yang meliputi Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung, menimbulkan keprihatinan bagi warga yang terdampak. Selain harta benda mereka hancur akibat terendam banjir, juga menimbulkan kerugian material yang tak ternilai.

Sampai Rabu (8/4/2020), sejumlah kecamatan yang terendam banjir setinggi 40-170 cm itu, banyak di antara rumah mereka yang terlihat kumuh. Apalagi genangan banjir sebelumnya sempat mencapai ketinggian 3 meter.  Akibat rumah mereka sudah sering terendam banjir dan pemiliknya sudah bosan membersihkan endapan lumpur pascabanjir. Banyak di antara pemilik rumah yang sudah mengosongkan, dan membiarkan rumahnya terendam banjir. 

Hal itu bisa dilihat banyaknya endapan lumpur yang memenuhi rumah mereka, dan tumbuhnya rumput ilalang di sekitar rumahnya karena sudah lama dibiarkan tidak berpenghuni. Para pemiliknya mencari tempat penghidupan baru di tempat yang aman dari banjir luapan Sungai Citarum maupun anak-anak sungai. 

Bahkan untuk tempat hunian warga yang terdampak banjir, pemerintah sudah menyiapkan rusunawa di kawasan Baleendah untuk tempat tinggal sementara. Setelah mereka memiliki rumah hunian sendiri, bisa langsung meninggalkan rusunawa tersebut. 

Dampak banjir yang sudah berlangsung lebih dari sepekan ini, sejumlah jajaran TNI dari Sektor 7 Satuan Tugas Citarum Harum memberikan bantuan paket sembako kepada warga korban banjir dan penyemprotan disinfektan di permukiman warga di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah sejak Selasa (7/4/2020). 

Memberikan bantuan paket sembako itu merupakan yang kesekian kalinya digagas oleh Komandan Sektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi dan jajarannya. 

Kolonel Kav Purwadi beserta jajarannya menyerahkan bantuan sebanyak 250 paket sembako itu sambil menerobos genangan banjir, bahkan melewati aliran Sungai Citarum dengan menggunakan Katamaran. Bahkan jajaran Satgas Citarum ini menyisir warga yang mengungsi di beberapa lokasi seperti di Taman Parunghalang  dan Taman Ceria Kampung Bojongasih Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah. 

"Kami kembali membagikan paket sembako pada warga yang berada di pesisir Sungai Citarum dengan menggunakan Katamaran," ujar Kolonel Kav Purwadi.

Menurutnya, dalam memberikan bantuan paket sembako itu, pihaknya lebih mengutamakan warga yang mengungsi di beberapa taman sekitar bantaran Sungai Citarum. Dalam penyaluran bantuan sembako itu, selain menerobos genangan banjir, juga melintasi aliran Sungai Citarum.

"Kalau menggunakan kendaraan tidak bisa masuk langsung ke tempat pengungsian," ucapnya.

Pola pembagian sembako kali ini berbeda, kata Kolonel Kav Purwadi, Satgas tidak mengumpulkan warga, tapi langsung masuk ke permukiman dengan menggunakan perahu kecil.

"Kita bagikan door to door, langsung menemui warga di rumahnya yang masih terendam banjir dengan menggunakan tiga perahu agar bisa masuk ke gang," ungkap Dansektor 7.

Dikatakan Kolonel Kav Purwadi, selain pembagian sembako, sebagian anggota Satgas Citarum Harum Sektor 7  juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa  rumah warga. 

"Kami bawa sendiri semprotan disinfektannya, jadi ada beberapa orang anggota yang menyisir rumah warga. Ini sebagai bentuk kepedulian Satgas Citarum Harum Sektor 7 dalam pencegahan awal virus corona," pungkas Dansektor 7 Kolonel Kav Purwadi.

Dampak banjir di Kabupaten Bandung itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 24.898 kepala keluarga, 81.088 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bandung. 

"Sebanyak 21.888 rumah, 96 tempat ibadah, 46 sekolah, 27 fasos/fasum terendam banjir. Sementara itu sebanyak 911 kepala keluarga, 2.567 jiwa, 7 bayi, 46 balita, 75 lansia, 4 ibu hamil, 14 ibu menyusui dan 4 disabilitas masih bertahan di pengungsian," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR