Perangi Covid-19, Pemerintahan Jokowi Terbitkan Surat Utang Terbanyak dalam Sejarah

Nasional

Selasa, 7 April 2020 | 23:38 WIB

200407225355-peran.jpeg

cnbcindonesia.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani

PEMERINTAH menerbitkan obligasi global atau global bond senilai 4,3 miliar dolar AS. Hal ini menjadikan pemerintahan Presiden Jokowi sebagai pihak yang paling banyak menerbitkan surat utang dalam sejarah Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerbitan surat utang ini merupakan penerbitan terbesar dalam sejarah Indonesia dan yang pertama di Asia saat wabah virus corona atau Covid-19.

"Ini merupakan global bond terbesar yang pernah dikeluarkan pemerintah Indonesia," kata Sri Mulyani dalam video teleconference di Jakarta, dilansir dari suara.com, Selasa (7/4/2020).

Lebih lanjut Sri Mulyani menambahkan, penerbitan surat utang ini dimaksudkan menambah dana pemerintah guna penanganan dan pemulihan perekonomian di tengah wabah virus corona.

Dia mengatakan, surat utang ini terdiri dari tiga jenis. Pertama, RI 1030 bertenor 10,5 tahun senilai 1,65 miliar dolar AS, dengan yield 3,90 persen.

Kedua, surat utang senilai 1,65 miliar dolar AS yang bertenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 17 Oktober 2050, dengan yield atau imbal hasil 4,25 persen.

Ketiga, obligasi senilai 1 miliar dolar AS bertenor 50 tahun atau jatuh tempo 15 April 2070, dengan yield atau imbal hasil 4,50 persen.

"Kami menerbitkan ini dalam rangka menjaga pembiayaan secara aman, dan sekaligus menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia," jelas Sri Mulyani.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia alias World Bank ini menambahkan, penerbitan obligasi global dilakukan secara elektronik tanpa pertemuan fisik, dan roadshow dilakukan tanpa tatap muka.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR