Badut Necis Usir Rasa Jenuh Anak-Anak Lewat Hiburan Menarik

Bandung Raya

Selasa, 7 April 2020 | 19:36 WIB

200407193616-badut.jpg

Laksmi Sri Sundari

SEJAK merebaknya virus corona (Covid-19) segala aktivitas menjadi terbatas, dari mulai orangtua hingga anak-anak. Terlebih buat anak-anak. Mereka tidak boleh keluar rumah, walau hanya sekedar main bersama teman sebayanya. Temasuk aktivitas belajar pun dilakukan di rumah.

Hampir tiga pekan mereka menjalankan aktivitas belajar di rumah. Hal itu tentu saja akan menimbulkan rasa jenuh bagi anak-anak. Kondisi tersebut dimanfaatkan Komunitas Necis (Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) untuk menghibur anak-anak dengan menyuguhkan hiburan badut melalui media sosial.

Memanfaatkan aplikasi penyedia layanan video call, badut Necis ini berusaha membawa suasana gembira pada anak saat mereka harus berada di rumah di tengah pandemi corona.

Hendayana, salah seorang anggota komunitas Necis menuturkan, ide menghibur anak-anak dengan badut awalnya dicetuskan oleh kelompok Aku Badut Indonesia (ABI) Delon, dengan harapan agar mereka tetap berada di rumah guna menghindari penyebaran Covid-19.

"Ide awalnya dari Abi Delon yang menyerukan kepada seluruh badut untuk menghibur anak-anak Indonesia yang stay di rumah lewat streaming di Facebook atau Instagram," kata Hendayana, Selasa (7/4/2020).

Kendati baru dilaksanakan satu kali, dia menyatakan, respon anak-anak menonton badut sangat bagus. Mereka terhibur dengan tontonan gratis sekelompok badut yang menampilkan berbagai atraksi selama kurang lebih setengah jam.

"Baru sekali pentas kemarin hari Sabtu (4/4/2020) jam 16.00 WIB. Alhamdulillah respon anak-anak luar biasa, mereka terhibur. Saya di sini enggak bilang ke tetangga ada pentas badut, tapi ternyata di pinggir rumah juga ada yang nonton langsung," tuturnya.

Melihat antusias anak-anak yang butuh hiburan, lanjut Hendayana, pihaknya akan kembali mengadakan kegiatan serupa. Namun bedanya, kegiatan nanti akan melibatkan para orangtua, dan lebih interaktif dengan anak melalui video call WhatsApp.

"Hiburannya bisa mendongeng, sulap, bernyanyi, tebak-tebakan atau tanya jawab dengan anak tentang suka dukanya berada di rumah. Diusahakan kita interaktif dengan si anak tersebut, biar mereka lebih bercerita, tapi dibalik itu, kita juga meminta pesan moral dari orangtuanya juga," ujarnya.

Menurut Hendayana, sebelum mengibur anak-anak di rumah selama physical distancing, komunitas badut yang belum lama terbentuk ini juga pernah terlibat dalam aksi sosial di panti asuhan, serta trauma helling di lokasi bencana banjir Padalarang, Kabupaten Bandung beberapa bulan lalu.

"Selain itu, kami juga pernah road show ke sekolah. Kami di sana tidak minta uang, tetapi bayarannya diganti dengan sumbangan peralatan sekolah seperti penghapus, baju bekas, pensil atau apapun. Setelah terkumpul, hasilnya kita berikan ke orang-orang yang membutuhkan, sesuai kesepakatan dengan sekolah," bebernya.

Hendayana menuturkan, profesi para anggota komunitas Necis kebanyakan sebagai badut yang sering tampil di acara ulang tahun. Namun akibat pandemi corona, komunitas menghentikan sementara segala kegiatan, karena adanya pelarangan pengumpulan massa.

"Saya bilang ke teman-teman, Sabtu-Minggu kita cari rupiah, tapi di sela-sela kesibukan, kita juga harus sisihkan waktu untuk kegiatan sosial dengan menghibur dan membagi kebahagiaan dengan anak-anak," tututnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR