Berdoa Menghadap Kiblat Berlawanan, Viral Foto Paramedis Yahudi dan Muslim di Tengah Krisis Covid-19

Dunia

Selasa, 7 April 2020 | 14:30 WIB

200407142512-berdo.jpg

dailymail

Pemandangan tak biasa tersaji di tengah pandemi Covid-19. Tepatnya saat petugas medis muslim dan Yahudi bertugas bersama melayani pasien yang terpapar virus corona di wilayah konflik Israel.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, Avraham Mintz dan Zoher Abu Jama mendadak viral kala foto keduanya yang bertugas bersama menghentikan kendaraan untuk menjalankan ibadah di tepi jalan Be'er Sheva Israel.

Mereka mengaku mendapat panggilan tugas menangani warga yang mengalami kesulitan pernapasan. Usai menangani perempuan berusia 41 tahun itu, anggota Magen David Adom (MDA), unit tanggap darurat Israel ini pun kembali berpatroli.

Namun pukul 06.00 tepat saat waktu magrib, keduanya menepi untuk menjalankan ibadah. Mintz (42) warga Yahudi yang taat dan Abu Jama (39) yang berkeyakinan Islam pun menunaikan kewajiban.

Dari foto yang kemudian viral terlihat, keduanya berdiri berlawanan ke kiblat masing-masing. Abu Jama menjalankan salat di atas sajadah menghadap arah Kabah, sedangkan Mintz berdiri ke arah Yerusalem.

Komentar pun membajir di berbagai platform medsos mulai dark Instagram hingga Twitter. "One fight! One victory! Let's unite!", "So proud of them..", "Kemanusiaan melebihi perbedaan keyakinan.." Demikian di antara komentar netizen.

Mintz yang juga instruktur relawan Covid-19 kepada CNN mengatakan, "Terkadang foto yang sederhana bisa memberi dampak kuat. Kami tak berpikir apa-apa saat itu selain memang waktunya berdoa dengan keyakinan masing-masing."

Kekaguman netizen pun bertambah kala terungkap jika Abu Jaba sebenarnya bukan warga Be'er Sheva. Ayah tujuh anak yang tinggal di Rahat sengaja berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir untuk menjadi relawan pandemi Covid-19.

Mendaftar via MDA, Abu Jaba bersyukur mendapat partner seperti Mintz. "Kami memang berbeda keyakinan tapi ada yang mempersatukan kita saat ini, aspek yang tidak bisa dikesampingkan untuk kemanusiaan," paparnya.

Sementara itu juru bicara MDA Zaki Heller mengakui di tengah pandemi sejauh ini pihaknya sudah menerima 100.000 panggilan darurat. Selain 2.500 pekerja tetap, panggilan dapat terartasi berkat partisipasi 25.000 relawan.

Termasuk Abu Jaba yang menyebut kala itu ia salat sekitar 15 menit. Setelah itu bersama Mintz, ia kembali bertugas memenuhi panggilan mereka yang membutuhkan pertolongan medis segera.

..my heart!

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR