Warga Masih Nongkrong dan Keluyuran, Wali Kota Cimahi Ancam Berlakukan Jam Malam

Bandung Raya

Selasa, 7 April 2020 | 07:06 WIB

200407070724-warga.jpg

Ririn NF/PR

FORUM Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kota Cimahi  membubarkan kerumunan massa di sejumlah lokasi di Kota Cimahi, Senin (6/4/2020) malam hingga Selasa (7/4/2020) dini hari. Hal itu sebagai upaya antisipasi penyebaran di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Kapolres Cimahi AKBP, Mochammad Yoris Maulana Yusuf Marzuki bersama Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna dan Komandan Kodim 0609 Kota Cimahi Letkol Arh Teguh Waluyo terjun langsung ke sejumlah lokasi.

Wartawan PR, Ririn NF melaporkan, kegiatan ini melibatkan personil gabungan TNI, Polri dan Pemkot Cimahi. Patroli dilakukan dengan berkeliling ruas jalan utama Kota Cimahi diawali dari Alun-alun Cimahi, menyusuri Jalan Amir Machmud sebagai jalur arteri, menuju perbatasan Kota Cimahi dan Kota Bandung, serta ke pasar tradisional.

Tim gabungan langsung membubarkan aktivitas warga yang berkerumun baik di ruas Jalan Gandawijaya. Tim gabungan bahkan membubarkan antrian di tempat makan dan restoran cepat saji di Jalan Jend. Amir Mahmud.

Forkominda Kota Cimahi turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar menaati himbauan berada di rumah, menjaga jarak, serta mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19.

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengakui masih banyak warga yang belum menaati aturan diam di rumah saja dan social distancing.

"Harus diakui masih banyak masyarakat yang berkumpul. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, penyebaran covid-19 di Cimahi saat ini semakin rawan dan angka yang positif terus naik. Kami minta masyarakat menaati aturan untuk mencegah Covid-19 semakin meluas dengan diam saja di rumah," ujarnya.

Jika masyarakat masih terus berkerumun dan tak taat aturan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, Ajay mengatakan kemungkinan Pemkot Cimahi akan menerapkan jam malam.

"Pemberlakuan jam malam akan dikaji dan mengarah ke sana kalau masyarakat masih tidak taat dan menganggap pandemi Corona ini biasa saja. Padahal sangat berbahaya," katanya.

Sejauh ini, lanjut Ajay, sejumlah wilayah sudah menerapkan 'lockdown' kawasan secara mandiri. Hal tersebut diakui membantu pemerintah dalam menerapkan social distancing.

"Penutupan jalan sudah dilakukan oleh masyarakat di wilayahnya masing-masing tanpa ada komando dari pemerintah. Itu kesadaran mereka sebagai bentuk pencegahan penyebaran covid-19, tinggal diikuti kedisiplinan yang lainnya dengan meningkatkan kebersihan, kesehatan dengan mencuci tangan pakai sabun, serta memakai masker," tegasnya.

Kapolres Cimahi AKBP Mochammad Yoris menyatakan, kegiatan patroli tersebut dilaksanakan untuk mengingatkan masyarakat agar melakukan sosial distancing guna mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona.

"Dalam kegiatan ini kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat keluar rumah sesuai anjuran WHO. Kepada warga yang masih berada diluar dan tidak ada kepentingan diminta agar segera kembali ke rumah," ujarnya.

Kegiatan dilaksanakan secara berkeliling di wilayah hukum Polres Cimahi. "Ketika ada aktivitas warga yang berkerumun memberi himbauan serta membubarkan kegiatan masyarakat yang berkerumun. Kepada para penjual makanan agar tidak menerima pesanan untuk makan di tempat kecuali take away  (dbawa pulang kerumah). Warga yang masih berada diluar dan tidak ada kepentingan agar segera kembali ke rumah," jelasnya.

Hingga Selasa (7/4/2020), di Kota Cimahi, kasus positif Covid-19 sebanyak 12 kasus dengan 1 orang sembuh dan 3 orang meninggal dan sisanya melakukan isolasi mandiri dan perawatan di RS rujukan Selain itu, sebanyak 372 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 318 orang dalam pemantauan dan 54 selesai pemantauan, serta 23 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdiri dari 13 orang pasien dalam pengawasan dan 10 orang selesai pengawasan.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR