Timbun Alat Keselamatan Medis, Kubu Donald Trump Sebut Cina Lakukan Pembunuhan Tingkat Pertama

Dunia

Selasa, 7 April 2020 | 00:55 WIB

200407005524-timbu.jpg

Nikkei Asian Review

PEMERINTAH Cina melarang para pengusaha mengekspor alat pelindung kesehatan (APD) saat pandemi Covid-19 atau virus Corona meningkat. Hal itu diungkapkan produsen perlatan keselamatan medis terkemuka di AS kepada Gedung Putih.

Terkait hal itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menimbang tindakan hukum kepada Cina atas dugaan tindakan tersebut.

"Dalam hukum pidana, bandingkan ini dengan tingkat yang kita miliki untuk sebuah kasus pembunuhan," kata Jenna Ellis, penasihat hukum senior untuk kampanye pemilihan Trump untuk pilpres tahun ini seperti dilansir Fox News.


“Orang-orang sekarat. Ketika Anda memiliki tindakan terencana dan berdarah dingin seperti yang dilakukan Cina, ini akan dianggap sebagai pembunuhan tingkat pertama," katanya.

Ellis mengatakan opsi yang dipertimbangkan termasuk mengajukan pengaduan ke Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia atau berupaya lewat PBB.

Sebelumnya seorang pejabat senior Gedung Putih menyebut para eksekutif dari 3M dan Honeywell mengatakan kepada para pejabat AS bahwa pemerintah Cina pada Januari mulai memblokir ekspor respirator N95, sarung tangan, dan persediaan lain yang diproduksi oleh pabrik mereka di Cina.

Ia menyatakan, Cina membayar produsen dengan harga grosir tetapi melarang barang-barang penting itu dijual kepada orang lain.

Peralatan itu, bernilai hampir 1,2 miliar dolar AS, termasuk di dalamnya lebih dari 2 miliar masker, dan lebih dari 25 juta item pakaian pelindung yang berasal dari negara-negara di Uni Eropa, serta Australia, Brasil dan Kamboja.


"Data dari agen bea cukai Cina sendiri menunjukkan upaya untuk menyudutkan pasar dunia seperti sarung tangan, kacamata, dan masker melalui peningkatan pembelian besar-besaran," kata pejabat tersebut.

Pekan lalu, Trump meminta Undang-Undang Produksi Pertahanan guna memerintahkan 3M yang berbasis di Minnesota untuk memprioritaskan produksi respirator N95 untuk Badan Manajemen Darurat Federal.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR