Pusdikkav Ikut Berperan Aktif Memerangi Covid-19

Bandung Raya

Senin, 6 April 2020 | 21:41 WIB

200406213628-pusdi.jpg

Dicky Mawardi

PRAJURIT Pusdikkav Pussenkav Kodiklatad Padalarang terlibat aktif dalam memerangi penyebaran virus corona (Covid-19). Perang yang dilakukan bukan dengan mengangkat senjata melainkan dengan cara mengedukasi masyarakat.

"Edukasi yang kami sampaikan kepada masyarakat terkait bagaimana menjaga pola hidup bersih, menerapkan physical distancing, dan social distancing," kata Danpusdikkav, Kolonel Kav Rayen Obersyl melalui Kasipamops Mayor Kav Helmi Wijaya, Senin (6/4/2020).

Pihaknya terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menaati imbauan pemerintah dengan menjaga physical distancing, social distancing, dan mencuci tangan ketika sudah beraktivitas.

"Masyarakat kami ajarkan menjaga jarak aman satu sama lain dan pola hidup bersih. Apa yang kami lakukan ini sesuai dengan moto 'Jaya Dimasa Perang, Berguna Dimasa Damai'. Oleh karena itu prajurit Pusdikkav Pussenkav Kodiklatad harus berguna bagi masyarakat di tengah ancaman wabah Corona ini," tandasnya.

Diungkapkannya, edukasi yang diberikan kepada masyarakat juga berlaku bagi seluruh prajurit. "Tanpa terkecuali dengan para parajurit yang sudah menjalankan misi ini, ketika kembali ke markas harus mencuci tangan dan membersihkan tubuh dengan cairan detol," ujarnya.

Sembako
Selain mengedukasi masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona, Pusdikkav Pussenkav Kodiklatad Padalarang juga menggelar bakti sosial berupa pemberian sembako ke masyarakat yang paling terdampak secara ekonomi.

Prajurit yang terjun ke lapangan berjumlah sekitar delapan orang dan dipimpin Kasipamops. Mereka jemput bola mendatangi warga setiap Senin dan Jumat di Padalarang dan Rabu di Cimahi.

"Kegiatan ini dimulai dari pukul 10.00 WIB sampai selesai. Kedepan penyalurannya akan melibatkan ojek online sehingga mereka pun menikmati hasilnya," ucapnya.

Ia mengungkapkan, dalam sekali kegiatan sembako yang dibagikan sebanyak 100 paket. Terkadang berupa 100 paket nasi bungkus. Sasaran pemberian sembako adalah pedagang, pekerja harian, sopir, lansia, dll.

"Kami merasakan sekali kesulitan warga di tengah wabah corona ini. Banyak pekerja harian harus kehilangan mata pencahariannya. Disinilah peran prajurit Pusdikkav Pussenkav Kodiklatad Padalarang, sebagai kepanjangan tangan pemerintah, untuk manunggal bersama rakyat," ujar Helmi.

Ia berharap melalui kegiatan yang dilakukan pihaknya bisa menginspirasi pihak lain untuk peduli terhadap sesama. Disinilah momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali rasa kesetiakawaan sosial dan jiwa gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia.

"Mari jadikan bencanav non alam ini untuk semakin merekatkan kesatuan, persatuan, dan jiwa gotong royong untuk saling membantu," tukasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR