Persiapan Karantina Bagi Perantau yang Nekat Mudik ke Solo Alami Kendala

Nasional

Senin, 6 April 2020 | 21:26 WIB

200406211817-persi.jpg

Tok Suwarto

UPAYA Pemkot Solo membendung arus mudik bagi warga Kota Solo di perantauan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid 19), mengalami kendala. Dari tiga lokasi karantina, baru dua lokasi yaitu di Ndalem Djojokusuman dan di Graha Wisata Niaga yang sudah siap.

Kedua lokasi itu memiliki kapasitas total sekitar 270 orang. Sedangkan di Ndalem Priyosuhartan, sampai Senin (6/4/2020) belum bisa digunakan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menjelaskan, sejauh ini tempat karantina pemudik yang telah siap baru dua rumah karantina lokasi, yakni Ndalem Djojokusuman dan Graha Wisata Niaga. Sedangkan satu lokasi lagi, yakni bekas rumah sitaan KPK dari mantan Kakorlantas yang tersandung korupsi, yakni Ndalem Priyosuhartan, sekarang belum bisa digunakan.

Semula, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, berencana menggunakan bekas rumah bangsawan Keraton Surakarta, Ndalem Djojokusuman dan Ndalem Priyosuhartan bakal untuk menampung warga Kota Solo yang berstatus ODP. Sedangkan gedung berlantai dua, Graha Wisata Niaga, untuk menampung warga Kota Solo yang mudik lebaran dari perantauan.

"Mulai Senin sore, warga Solo yang butuh karantina bisa masuk kw Ndalem Djojokusuman. Kita menyediakan 70 tempat tidur untuk warga yang berstatus ODP, yang terjaring tracking DKK maupun puskesmas," tutur Ahyani, kepada wartawan di sela peninjauan persiapan tempat karantina, Senin (6/4/2020).

Namun, menurut Ketua Gugus Tugas itu, tidak semua warga berstatus ODP dapat tertampung di karantina, terutama karena Ndalam Priyosuhartan yang belum bisa digunakan. Mengutip data terakhir di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, jumlah warga Solo yang berstatus ODP sebanyak 286 orang. Di antara mereka seorang menjalani rawat inap, 199 orang rawat jalan dan 86 orang selesai pemantauan.

"Pemkot akan melakukan seleksi terhadap ODP yang akan dimasukkan ke karantina. Screening di antaranya dengan melihat tempat tinggal warga yang statusnya ODP. Apakah mereka perlu dikarantina karena rumahnya sempit. Atau mereka tinggal dengan penghuni cukup banyak, sehingga untuk menjaga agar tidak kontak dengan anggota keluarga lain perlu dikarantina. Mungkin ada warga yang bandel tidak disiplin, sehingga perlu sedikit memaksa untuk dikarantina," jelasnya.

Pada bagian lain, Ahyani menerangkan, kasus Covid-19 di Kota Solo dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan pada warga yang berstatus PDP. Angka warga yang terkonfirmasi masih tetap 4 orang. seorang diantaranya dalam perawatan, seorang sembuh dan 2 orang meninggal. Warga Kota Solo yang berstatus PDP, saat ini tercatat 45 orang, 15 di antaranya dirawat, 23 orang sembuh dan 7 orang lainnya meninggal.

Ketua Gugus Tugas itu menyatakan, Pemkot Solo akan fokus menangani penyebaran Covid 19 sampai tuntas, karena jumlah warga dengan status PDP di Kota Solo cenderung naik. Dia memperkirakan, kemungkinan status kejadian luar biasa (KLB) di Kota Solo akan diperpanjang sampai kondisi stabil dan angka PDP menurun dan tidak ada lagi warga yang positif corona.

"Kita akan memantau perkembangan sampai tanggal 12 April. Kalau tidak berkembang ke arah yang lebih baik, ya KLB diperpanjang 14 hari lagi," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR