Jumlah Positif Corona di Kota Bandung Jadi 65 Orang

Bandung Raya

Senin, 6 April 2020 | 19:16 WIB

200406191604-jumla.jpg

dok

ilustrasi

JUMLAH warga yang positif terinfeksi Covid-19 di Kota Bandung mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dari yang sebelumnya 39 orang kini menjadi 65 orang. Sementara untuk warga yang meninggal positif corona ada sebanya 22 orang.

Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, data tersebut berdasarkan sebaran perkecamatan mengenai Covid-19. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.380 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 214 orang.

Menurutnya, dalam mengantisipasi Covid-19, Pemkot Bandung membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang diketuai langsung oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.

"Prinsip Gugus Tugas Penanganan Covid-19 adalah gabungan dari semua stakeholder di Kota Bandung," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Senin (6/4/2020).

Dikatakan Ema, pihaknya juga terus mengkampanyekan Work From Home (WFH), sehingga masyarakat diharapkan tidak keluar rumah jika tidak ada yang penting atau mendesak. Kendati di pusat kota imbauan tersebut berjalan, di kawasan pinggir kota masih ada kerumunan warga.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan terutama di perkantoran pelayanan publik maupun tempat publik. Serta pemasangan sejumlah wastafel portable disejumlah titik di Kota Bandung.

"Rapid test kemarin dilakukan di Balai Kota Bandung dan Gedung Sate, walaupun dari target 600 orang, yang baru melakukan baru 200-an. Kemungkinan besar karena mereka yang mendapat notifikasi di aplikasi Pikobar untuk rapid test, memiliki keperluan lain. Maka akan dilaksanakan kembali di lain waktu," tuturnya.

Sementara untuk dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung, lanjutnya, total dana yang direalokasi untuk penanganan Covid-19 yakni sebesar Rp 98 miliar. Dimana untuk bidang kesehatan, gugus tugas dan bantuan sosial bagi warga yang terdampak kejadian Covid-19.

"Pertama untuk bidang kesehatan itu, sekitar Rp 75 miliar. Sementara itu, yang paling besar yakni untuk jaring pengaman sosial atau bantuan sosial," terangnya.

Lebih lanjut Ema menjelaskan, yang menjadi prioritas bagi bantuan sosial yakni warga miskin yang terdata pada desil 1,2,3 dan 4. Dimana jumlah keseluruhannya sekitar 137 ribu Kepala Keluarga (KK).

Pihaknya juga memprediksi ada 98 ribu KK tambahan yang terdampak Covid-19, sehingga total ada 235 KK yang akan mendapat bantuan sosial tersebut. Namun jumlah ini, akan dikurangi dengan bantuan dari provinsi yang akan memberikan bantuan kepada 43.165 KK.

Dengan demikian, jumlah warga yang akan menerima bantuan sosial dari Pemkot Bandung yakni sekitar 182 ribu KK. Ini dalam rangka agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan bagi mereka yang terdampak.

"Besaran bantuannya akan kita samakan dengan level provinsi yakni Rp 500 ribu. Tapi apakah bentuknya uang tunai atau barang masih kita godok," ucapnya.

Ia menambahkan, khusus bagi warga yang menerima bantuan dari pusat yakni Rp 200 ribu, maka yang diterima adalah jumlah selisihnya yakni Rp 300 ribu. Sehingga diharapkan adanya pengertian dan keikhlasan dari masyarakat.

"Ini dalam rangka menghilangkan adanya ketidakadilan di masyarakat. Untuk distribusinya sedang dikoordinasikan dengan PT POS, terutama untuk menghindari kerumunan," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR