Antipasi Kelangkaan di Bulan Ramadan, Pasokan "Gas Melon" Bakal Ditambah

Bandung Raya

Senin, 6 April 2020 | 19:12 WIB

200406191111-antip.jpg

dok

ilustrasi

MENGANTISIPASI kelangkaan pemakaian gas elpiji 3 kilogram (kg) pada bulan Ramadan, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Bandung-Sumedang menambah pasokan hingga 50 persen. Penambahan diberikan untuk seluruh agen yang ada di wilayah Kota Cimahi.

Wakabid Elpiji 3 Kg Hiswana Migas DPC Bandung-Sumedang, Dimas Nurfitradi mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi untuk pengadaan stok gas elpiji di lapangan sejak bulan Maret 2020.

"Bulan ini ada 5 tanggal fakultatif, artinya sebulan ditambah 5 hari untuk tambahan gas 50 persen dari jadwal biasa. Tambahan 50 persen ini disalurkan ke seluruh agen. Bulan kemarin juga sudah ditambah fakultatif. Nanti bulan puasa pasti ada fakultatif lagi," ungkapnya.

Menurut Dimas, kuota yang dibutuhkan masing-masing agen berbeda-beda. "Beda-beda kuotanya tiap agen. Kalau saya sehari 4 truk, ada juga yang 1 truk, ada juga yang sampai 8 truk. Satu truk itu berisi sekitar 560 tabung gas elpiji 3 kg," katanya.

Ia menambahkan, penambahan stok gas bersubsidi ini dilakukan untuk memberikan kemudahan, serta pelayanan pada masyarakat dalam pelaksanaan ibadah di bulan suci ini berjalan dengan lancar dan nyaman.

"Kami harapkan untuk stok gas elpiji 3 Kg di wilayah Hiswana Migas DPC Bandung-Sumedang aman. Upaya dan antisipasi jauh hari terkait kebutuhan masyarakat di lapangan, semua sudah kami lakukan. Mudah-mudahan selama bulan Ramadan, Idulfitri serta sesudah Idulfitri, gas elpiji 3 kg ini selalu tersedia,” ujarnya.

Diakuinya, selama pandemi Covid-19 ini jumlah konsumen menurun. Meski begitu pihaknya akan tetap menambah stok elpiji 3 Kg, agar masyarakat bisa memenuhi kebituhannya.

"Sebenarnya konsumsi turun, ditambah fakultatif agar tidak terjadi antrean gas di pangkalan, warung, dan SPBU. Jadi lebih baik ditambah agar ada stok," terangnya

Terkait harga, Dimas mengaku sejauh ini harga elpiji 3 Kg masih normal. "Kalau dipangkalan dan SPBU ngga ada (kenaikan harga). Kalau di warung ngga tahu, soalnya warung itu diluar ranah agen. Tapi barang lagi banyak gini harusnya jadi murah," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR