MA Tolak Upaya Banding Dua Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online

Meja Hijau

Minggu, 5 April 2020 | 19:50 WIB

200405194843-ma-to.jpg

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Dapot Dariarma.

UPAYA banding yang dilakukan Jajang alias Keling (33) dan Doni alias Abang (33), dua pelaku pembunuh sopir taksi online di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut beberapa waktu lalu, ditolak Mahkamah Agung. Dengan demikian, dipastikan keduanya akan tetap menjalani hukuman mati.

Sebelumnya, kedua pelaku telah dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut dalam sidang putusan yang berlangsung pada Senin (14/3/2019) lalu. Majelis Hakim yang diketuai Endratno Rajamai menilai, aksi yang dilakukan pelaku sangat keji dan biadab.

Majelis Hakim pun memutuskan hukuman paling berat kepada terdakwa Keling dan Abang yakni hukuman mati. Merasa hukumannya tak sepadan, keduanya pun melalui kuasa hukumnya saat itu langsung mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT). Namun banding keduanya ditolak.

Masih tak puas dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT), mereka pun kembali mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA). Namun hasilnya masih sama, keduanya tetap divonis hukuman mati.

"Putusan dari MA, keduanya tetap divonis hukuman mati," ujar Kasipidum Kejari Garut, Dapot Dariarma, Ahad (5/4/2020).

Menurut Dapot, hingga kini pihaknya masih menunggu salinan putusan dari MA kepada kedua pelaku tersebut. Ia pun mengakui, pihaknya sudah mendapat informasi soal vonis dari MA kepada keduanya.

"Perkara pembunuhan supir online di Garut waktu itu, putusan MA menguatkan PN dan PT. Jadi kedua terdakwa tetap menjalani hukuman mati," ucapnya.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, warga Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di sebuah jurang pada 30 Januari 2019 lalu. Belakangan diketahui jika mayat tersebut bernama Yudi warga Bandung yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir mobil rental dan taksi online.

Pihak kepolisian sendiri baru menerima laporan keesokan harinya pada 31 Januari 2019 setelah jasad korban ditemukan warga. Setelah dilakukan penyelidian, akhirnya polisi berhasil menangkap dua pelaku, yaitu JS alias Keling (33), dan DN alias Abang (33) yang keduanya juga merupakan warga Bandung.

Aksi pembunuhan terhadap korban bermula saat kedua pelaku yang mengaku terlilit utang itu sengaja memesan mobil rental yang dicari di internet. Setelah mendapatkan mobil rental dengan sopirnya, DN dan JS pun kemudian meminta untuk diantar ke Garut, ke rumah saudara JS di kawasan Kecamatan Sukaresmi.

Namun meski sudah sampai di Sukaresmi, JS tidak turun, dan mobil pun terus melaju. Saat berada di tempat sepi, JS dan DN malah berusaha merampas mobil korban. Korban dibunuh secara keji dengan cara dicekik dan dipukul menggunakan kampak. Tubuh korban juga digilas menggunakan mobil. Setelah dipastikan meninggal dunia, selanjutnya jasad korban dibuang ke jurang di wilayah Cikandang Cikajang.

Polisi berhasil menciduk DN di daerah Bandung. Sedangkan JS ditangkap di dalam bus umum di sekitar Pelabuhan Gilimanuk Bali saat mencoba untuk melarikan diri. Atas perbuatan yang telah dilakukannya, pihak kepolisian menjerat kedua pelaku dengan pasal pembunuhan berencana. Pasalnya ditemukan bukti adanya senjata tajam yang sengaja dibawa para pelaku yang diduga untuk menghabisi korbannya.

Vonis hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut tersebut lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa hanya menuntut kedua terdakwa dihukum seumur hidup. Namun majelis hakim mempunyai pertimbangan lain. Yakni perbuatan kedua terdakwa membunuh korban yang dilnilai sangat keji. Apalagi rencana pembunuhan sudah disiapkan kedua terdakwa dengan membawa sebilah kampak.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR