Pemkab Garut Telusuri Orang-orang yang Pernah Kontak dengan KC-2

Daerah

Sabtu, 4 April 2020 | 16:29 WIB

200404163129-pemka.jpg

Agus Somantri

Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman.

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut terus melakukan tracing contact atau pelacakan kontak terhadap kasus kedua positif Covid-19 atau KC-2 di Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil pelacakan, hingga Sabtu (4/4/2020) siang sudah ditemukan sebanyak 92 orang yang pernah kontak dengan KC-2.

Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman, mengatakan, semua yang pernah melakukan kontak dengan KC-2 tersebut telah menjalani rapid test. Namun dari hasil rapid test,  92 orang ini sudah dinyatakan negatif.  

"Hasil rapid test kepada 92 orang ini sudah negatif. Kalau ada riwayat akan terus dikejar," ujarnya, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Helmi, pihaknya juga masih melakukan pelacakan sumber virus kepada KC-2. Hal itu untuk mengetahui awal penularannya.

"KC-2 ini menjalani tes swab pada Jumat (27/3/2020) lalu. Dan hasil tesnya baru keluar pada Jumat malam kemarin dan dinyatakan positif Covid-19," ucapnya.

Helmi menyebutkan, selama ini KC-2 tidak menjalani perawatan di rumah sakit, namun lebih memilih melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Helmi juga belum bisa menjelaskan secara rinci latar belakang KC-2. Ia hanya menyebut jika KC-2 merupakan warga Kecamatan Garut Kota.  

"Kami juga tadi sudah melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Siliwangi dan Cikuray. Kami tutup (jalan) sementara selama tiga jam. Saat ini jalan sudah dibuka lagi," katanya.  

Helmi pun mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah. Sebab menurutnya cara itu paling ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Diungkapkan Helmi, saat ini pihaknya juga masih melakukan pendataan bagi masyarakat yang akan menerima bantuan dari pemerintah. Mulai dari bantuan per RW sebesar Rp10 juta, sampai bantuan jadup (jatah hidup) bagi ODP sebesar Rp50.000 per hari.

"Dan juga bantuan dari provinsi sebesar Rp500.000," ucapnya.




Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR