Alumni Program Menjahit Dompet Dhuafa Jabar Produksi Masker Kain Tangkal Corona

Ragam

Sabtu, 4 April 2020 | 15:54 WIB

200404155500-alumn.jpg

ist

SEJAK pandemi virus Corona (Covid-19) masuk Indonesia, kebutuhan masker medis melonjak tinggi sehingga terjadi kelangkaan.

Dalam kondisi seperti ini, muncul alternatif berupa masker kain yang bisa dipakai berbagai kalangan.

Berbekal keterampilan yang dimiliki, Ika Pratiwi (23) dan Marinah (43),  warga Cirebon berinisiatif untuk membuat masker yang terbuat dari kain. Mereka adalah alumni program pendayagunaan zakat "Jabar Berdaya Dengan Menjahit" (Jabar Bagja) oleh Dompet Dhuafa Jabar di Cirebon. Dengan semangat menebar kebaikan, mereka berdua berikhtiar untuk meringankan beban sesama.

"Saya punya keterampilan yang saya dapat dari program Dompet Dhuafa dan dengan keterampilan ini saya bisa bantu masyarakat. Biar sedikit asal berkah," ungkap Marinah dalam rilis yang diterima galamedianews, Sabtu (4/4/2020).

Selama kurang lebih 1 bulan mereka memproduksi dan menjual masker kain kepada masyarakat sekitar, pemerintahan setempat, dan juga secara online. Saat ini omset mereka sudah mencapai Rp2,5 juta.

"Alhamdulillah sejak produksi masker kain ini, penghasilan meningkat. Apalagi pas heboh Corona permintaan jadi banyak," ungkap Ika Pratiwi menambahkan.

Dokter sekaligus pengusaha dan influencer Dokter Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal dengan dr. Tirta menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker kain selama pandemi virus corona atau Covid-19. Menurutnya, masyarakat awam harus menggunakan masker kain saat keluar rumah, daripada tidak menggunakan pelindung sama sekali.

Riset terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat juga menjelaskan bahwa masker dari bahan kain dapat menangkal tingkat penularan sebanyak 72%, sehingga ini sangat aman dan menjadi solusi untuk masyarakat di tengah kelangkaan masker medis. Jadi masyarakat dipersilahkan mengunakan masker kain, dan masker medis hanya untuk tenaga medis.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR