Satu Keluarga di Kebon Kopi Cimahi Dikabarkan Positif Covid-19, Begini Fakta Sebenarnya

Bandung Raya

Sabtu, 4 April 2020 | 14:39 WIB

200404143957-satu-.jpg

dok

ilustrasi

WARGA Kel. Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi digegerkan dengan informasi yang beredar di WhatsApp terkait satu keluarga dinyatakan positif terpapar corona virus disease (Covid-19). Kawasan tersebut sampai dilakukan penutupan, disebutkan sampai menelan korban jiwa.

Informasi beredar sejak Jumat (3/4/2020) malam. Unggahan informasi berupa foto dan tangkapan layar percakapan menyebutkan petugas kesehatan didampingi aparat kepolisian melakukan penjemputan terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Kebon Kopi Kel. Cibeureum.

Dalam informasi turut disebutkan satu keluarga tersebut positif Covid-19. Informasi beredar luas dengan menyebut identitas pasien dan alamat tempat tinggal.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, hanya terdapat satu orang dalam keluarga tersebut dinyatakan positif Covid-19.

"Pasien berjenis kelamin laki-laki terkonfirmasi positif setelah dipastikan dengan melakukan Swab Test atau PCR. Jadi hanya satu orang dalam keluarga tersebut terpapar Covid-19," tegasnya, Sabtu (4/4/2020).

Istri pasien positif tersebut merupakan seorang bidan. Bahkan disebutkan suami bidan tersebut meninggal. "Informasi yang beredar seperti itu, kami pastikan hoax. Yang benar itu hanya suami saja positif dan tidak ada yang meninggal," katanya seperti ditulis wartawan "PR", Ririn Nf.

Pihaknya menerima informasi pada beberapa hari terakhir bidan tersebut masih membuka praktik dan menerima pasien. Saat menerima kabar tersebut, Dinkes Kota Cimahi bersama Puskesmas dan kelurahan didampingi aparat mendatangi tempat praktik bidan tersebut.

"Dalam satu keluarga terdapat pasien terkonfirmasi positif covid maka anggota keluarga lainnya dinyatakan berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Sudah kami datangi juga minta untuk menutup praktiknya dulu karena suaminya positif dan mereka harus melakukan isolasi mandiri dipantau oleh petugas," jelas dia.

Kasus positif tersebut ditemukan dari hasil rapid test. "Awalnya dari rapid test, ternyata positif. Lalu dilakukan Swab Test dan hasilnya positif. Saat ini dirawat di RS Dustira," ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran riwayat aktivitas dan kontak erat, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu termasuk ke dalam klaster seminar keagamaan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Termasuk penularan dari klaster Lembang. Saat ini kita masih tracing untuk kontak erat pasien," imbuhnya.

Pihaknya juga sudah melakukan rapid test terhadap istri pasien. "Untuk istrinya sudah rapid test juga dan hasilnya negatif. Untuk 10 hari ke depan akan test lagi agar memastikan," terangnya.

Jika dalam hasil test kedua tersebut hasilnya positif, Dinkes Kota Cimahi akan melakukan tracing kepada orang-orang yang sempat melakukan kontak erat.

"Jadi tunggu dulu hasil test ke dua dari bidan tersebut. Kalau memang positif, baru akan tracing ke pasien dan anggota keluarga lainnya juga," bebernya.

Perkembangan data kasus covid-19 Kota Cimahi hingga Sabtu (4/4/2020), jumlah pasien positif Corona di Kota Cimahi sebanyak 8 orang. Terdiri dari 1 orang sembuh, 3 pasien meninggal dunia, 4 orang dalam perawatan.

Kasus ODP sebanyak 311 orang terdiri dari 257 orang dalam pemantauan dan 54 selesai. Untuk kasus PDP sebanyak 22 orang terdiri dari 12 orang dalam pengawasan dan 10 orang selesai pengawasan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR