Di Tengah Wabah Corona, Desa Ini Gelontorkan Dana Kompensasi untuk Membantu Warga

Daerah

Sabtu, 4 April 2020 | 14:44 WIB

200404143139-di-te.jpg

Agus Somantri

BUPATI Garut, Rudy Gunawan memberikan apresiasi dan pujian kepada Kepala Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang atas kebijakannya mengeluarkan sebagian dari Dana Desa untuk kompensasi kepada warga lanjut usia (lansia). Dana itu dikonversikan menjadi beras 10 kg, ayam 2,5 kg, telur 2 kg, vitamin C 1 paket, beserta uang tunai Rp 150 ribu.

"Hari ini atas nama kepala desa saya serahkan bantuan ini kepada ibu-ibu dan bapak-bapak untuk menjamin hidup ibu-ibu dan bapak-bapak. Kita doakan ibu-bapak tetap sehat, dan virus Corona di Republik Indonesia segera berlalu," tutur Rudy, didampingi Kepala Desa Hanjuang, Asep Rahayu Efendi, di hadapan ratusan lansia dan warga setempat, di Aula Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Sabtu (4/4/2020).

Rudy pun memuji, karena meski anggaran desa belum cair, berkat kekuatan ekonomi dan gotong royong masyarakat, Desa Hanjuang mampu membantu seluruh lansia yang ada.

Menurut Rudy, Dana Desa sebesar 40 persen dipastikan segera cair langsung masuk kas desa pada Rabu (8/4/2020). Pasalnya, prosesnya sudah diajukan 10 hari yang lalu, karena pencairannya harus melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

"Jadi berbeda dengan dahulu yang masuk melalui APBD dan cukup dengan satu tanda tangan bupati saja," tambah Rudy.

Rudy juga mengisyaratkan akan menyalurkan kembali Alokasi Dana Desa (ADD), di mana didalam komponen ADD itu ada titipan sebesar 2 persen (Rp 43 milyar) yang diperuntukkan bagi RW membangun infrastrutur, dan sebagian dari itu dialokasikan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. karena dalam situasi seperti ini dirinya tidak ingin warganya ada yang kelaparan.

"Lapor saya kalau ada yang kelaparan, tidak boleh ada kerawanan pangan," ucapnya.

Kepala Desa Hanjuang yang sehari-harinya dipanggil Aseka menuturkan, dana kompensasi dari pemerintah desa difokuskan untuk penanganan wabah Covid-19. Dana dimaksud seluruhnya diberikan kepada 1.188 KK, bersumber dari DD, ADD, dan Swadaya dengan total anggaran Rp 500 juta.

Dana itu, tambah Aseka, guna mendukung pemerintah dalam memerangi wabah virus Corona, apalagi terhitung hari ini, 11 RW di desanya diberlakukan karantina wilayah selama 14 hari ke depan.

"Jadi kami harus jamin warga kami biaya hidupnya, mulai dari beras, dan lauk pauknya dan uang untuk kebutuhan lainnya harus kami penuhi," ujarnya.

Secara rinci Aseka menyebutkan, bantuan diberikan untuk keluarga miskin dengan anggota keluarga lebih dari 5 orang, dengan dua kriteria, yaitu warga jompo dan lansia, serta bagi warga miskin usia produktif.

"Selama 14 hari mereka diberi beras 10 kg, ayam 5 kg, telur 5 kg dan vitamin c satu paket, serta uang Rp 150 ribu," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR